KECELAKAAN DIY : Rp11,5 Miliar Terbuang Sia-Sia di Jalan Raya, Kok?

JIBI/SOLOPOS - Sunaryo Haryo Bayu
10 Januari 2015 07:40 WIB Sunartono Jogja Share :

Kecelakaan DIY selama empat tahun terakhir menimbulkan total kerugian Rp11,5 miliar.

Harianjogja.com, SLEMAN - Kecelakaan lalu lintas hampir terjadi setiap hari di DIY. Insiden ini menimbulkan kerugian sedikitnya Rp11,5 miliar
dan membuat 1.527 korban meninggal dunia selama empat tahun terakhir.

Berdasarkan data Humas Polda DIY kecelakaan lalu lintas pada 2011 menelan kerugian materiil sebesar Rp2,7 miliar. Meningkat di tahun 2012
menjadi Rp2,9 miliar kerugian materi kembali melonjak pada 2013 sebesar Rp3,06 miliar. Pada 2014 kerugian materi akibat lakalantas ini turun
menjadi Rp2,9 miliar. Sehingga total sekitar Rp11,5 miliar kerugian materi yang ditimbulkan baik dari sisi fasilitas umum yang mengalami
kerusakan maupun kendaraan milik korban.

Tak hanya kerugian materi selama empat tahun terakhir itu pul sebanyak 1.527 korban meninggal sia-sia di jalan raya. Dengan rincian pada
2011 korban meninggal sebanyak 482 jiwa, menurun di 2012 menjadi 402 jiwa. Kemudian di tahun 2013 ada 352 korban meninggal dan
sebanyak 290 korban meninggal dunia pada 2014.

"Untuk korban meninggal dunia memang mengalami penurunan sejak empat tahun terakhir. Itu diikuti pula dengan penurunan kejadian lakalantas. Misalnya pada 2014 menurun sekitar 11,92 % atau sekitar 433 kejadian lakalantas," ungkap Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti, Kamis (8/1/2015).

Ia menambahkan dengan melihat data, faktor penyebab laka lantas paling didominasi oleh faktor manusia seperti ketidaktertiban. Selain itu
paling banyak terjadi di kawasan pemukiman dengan usia pelaku antara 16 hingga 30 tahun. Hal itu diperparah dengan banyaknya korban laka
lantas yang tidak memiliki SIM. Guna menurunkan laka lantas terutama yang berakibat fatal seperti korban meninggal dunia, pihaknya
meningkatkan preemtif, preventif, represif dan koordinasi instansi terkait dengan pemangku kebijakan di bidang lalu lintas.

Polda DIY, lanjut dia, juga menggelar program peningkatan kualitas investigasi laka lantas. Seperti pelatihan peningkatakan olah Tempat
Kejadian Perkara (TKP) laka lantas, back up penyidikan, asistensi bagi jajaran Satlantas Polres jajaran. Serta melakukan gelar perkara setiap
kasus laka lantas menonjol dan tabrak lari.

"Kami juga melakukan penggelaran kekuatan dari pagi, siang dan malam. Terutama pada jam rawan peningkatan arus lalulintas untuk
merekayasa lalulintas. Upaya penegakan hukum baik secara stasioner maupun hunting juga dilakukan untuk mengantisipasi pelanggaran dan
laka lantas," urainya.