TRANS JOGJA : Rencana Penambahan Armada pada 2016

15 Januari 2015 07:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Trans Jogja pada 2016 direncanakan bertambah armada menjadi 165 unit dan 17 trayek.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Trans Jogja Agus Minang mengatakan 74 bus di lima trayek yang kini beroperasi belum dapat mengakomodasi permintaan penumpang.

Lebih lanjut Agus memaparkan dalam setahun bus Trans Jogja mengangkut sebanyak 6,205 juta penumpang. Dalam sehari 17.000 penumpang terangkut dengan jumlah armada yang tersedia. Masksimal daya tampung per unit hanya 40 orang. Kondisi tersebut diakuinya, masih kurang.

“Masih ada penumpang yang mengeluh karena tidak terlayani sebab busnya selalu penuh terutama di jam-jam sibuk dan di jalur-jalur yang gemuk [banyak penumpang],” ungkap Agus.

Unit dibawah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY ini berencana menambah armada Trans Jogja menjadi 165 dan jumlah trayek 17 pada 2016 mendatang. Target itu akan terus ditambah menjadi 232 unit pada 2021 nanti.

Untuk melakukan lelang kembali membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sementara kontrak dengan PT.Jogja Tugu Trans (JTT) akan berakhir pada Februari mendatang, Dishubkominfo kembali mengajukan perpanjangan kontrak.

“Kita sudah mengajukan perpanjangan kontrak sampai Desember 2015 ini,” tambah Agus.

Sementara itu, Anggota Komisi C Sukamto menyayangkan masih beroperasinya bus Trans Jogja yang tidak laik jalan. Menurutnya keamanan dan keselamatan serta pelayanan penumpang lebih penting.

“Seharusnya yang 25 persen tidak laik jalan itu di kandangkan. Barang yang tidak layak bisa membahayakan” tegas dia.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyarankan untuk mengatasi kekurangan armada agar Trans Jogja yang beroperasi di jalur yang tidak terlalu ramai penumpang ditarik ke jalur yang ramai penumpang. Selain itu, operasional Trans Jogja pada malam hari dikurangi.

“Karena pemerintah kan subsidinya hitungan per kilometer. Jadi yang malam bisa dikurangi karena mereka [Trans Jogja] hanya jual kilometer saja tanpa ada penumpang,” papar Sukamto.

Sukamto juga setuju dengan perpanjangan kontrak Trans Jogja. Hanya saja dia meminta agar pihak JTT bisa memperbaiki pelayanannya.