BUMD KULONPROGO : Tingkatkan Produksi AirKu, Pabrik Baru Siap Beroperasi

Produk air minum kemasan produksi PDAM Tirta Binangun, AirKu saat dipamerkan beberapa waktu lalu. Produk lokal asal Kulonprogo itu terus diminati konsumen.
15 Januari 2015 00:20 WIB Kulonprogo Share :

BUMD Kulonprogo, AirKu akan diperluas dengan membangun pabrik baru.

Harianjogja.com, KULONPROGO - Air minum kemasan produksi Kulonprogo, AirKu, terus dikenal dan diminati masyarakat. Setelah meluncurkan kemasan galon, produk air minum ini berencana meningkatkan jumlah produksi.

"Sementara ini baru dua jenis produk yang kami buat, yakni AirKu kemasan gelas dan galon. Bahkan, minat konsumen terhadap kedua produk ini terus meningkat," ujar Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Kulonprogo Jumantoro kepada Harianjogja.com, Selasa (13/1/2015).

Jumantoro mengatakan selama ini produk AirKu kemasan gelas sudah begitu dikenal masyarakat Kulonprogo. Permintaan akan produk ini bahkan terus meningkat. Melihat respon pasar yang begitu baik, kemasan galon pun akhirnya diproduksi.

Namun, untuk kemasan galon masih belum dipasarkan secara meluas. Saat ini, kata Jumantoro, pemasaran produk tersebut baru di lingkungan pemerintah kabupaten dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di seluruh Kulonprogo. Distribusi air minum kemasan tersebut baru dimulai pada Senin (12/1/2015) dengan jumlah kurang lebih sebanyak 50 galon.

"Untuk distribusi tersebut, galon baru kami pinjami sementara ini. Harga kemasan ini dibanderol Rp12.500 per galon. Pasar umum pasti segera kami bidik. Maka saat inipun kami sudah membangun pabrik water treatment yang baru untuk dapat menyuplai kebutuhan air minum tersebut," jelas Jumantoro.

Lebih lanjut Jumantoro mengatakan, dengan adanya pabrik baru diharapkan dapat kapasitas produksi meningkat dan mampu memenuhi permintaan konsumen. Saat ini, untuk kemasan gelas produksi AirKu mencapai 200 kardus per hari dengan tiap kardus berisi 48 gelas. Sedangkan, untuk kemasan galon kapasitas produksi mencapai 40 galon per jam.

"Pabrik ini sudah siap dan kapasitas water treatment mencapai 1,5 liter per detik, khusus dibuat untuk produksi air minum," ungkap Jumantoro.

Pabrik baru diharapkan dapat memenuhi inovasi produk dengan diproduksinya varian lain. Hal itu, sesuai dengan harapan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo. Selama ini, baru dua produk yang dikembangkan perusahaan ini. Padahal, kemasan air minum di pasaran memiliki banyak variasi.

"Kami harap, ke depannya AirKu dapat dipasarkan juga dalam bentuk kemasan botol yang lebih praktis," jelas Hasto.