BANJIR BANTUL : Puluhan Korban Diungsikan

Warga bentaran Sungai Gajah Wong Senin (19/1/2015) melakukan evakuasi barang-barang yang tersisa dan dapat diselamatkan paska-tanggul jebol pada Minggu (18/1/2015) sore. (JIBI/Harian Jogja - Gigih M. Hanafi)
22 Januari 2015 13:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Banjir Bantul yang terjadi pada Minggu (18/1/2015) masih berlanjut. Akibatnya puluhan korban diungsikan.

Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan warga Dusun Sorowajan Baru, Desa Banguntapan, Kec. Banguntapan Bantul terpaksa mengungsi akibat banjir sungai Gadjah Wong yang mengancam permukiman penduduk.

Banjir yang menyebabkan erosi itu semakin meluas setelah tanggul sungai Gadjah Wong jebol pada Minggu (18/1/2015) lalu. Sularto, Kepala Dusun Sorowajan Baru ditemui di lokasi banjir mengatakan, akibat jebolnya tanggul, aliran sungai Gadjah Wong kini tidak hanya mengalir dari utara ke selatan namun juga berbelok ke timur
dan mengenai permukiman penduduk serta fasilitas umum.

Pada Rabu (21/1/2015) sore, debit air Sungai Gadjah Wong terus meningkat setelah hujan mengguyur wilayah utara Jogja. Akibatnya, banjir menggerus pondasi bangunan pos kamling hingga posisinya miring dan nyaris hanyut. Pondasi tanah pemakaman yang berada di pinggir sungai juga mulai tergerus.

"Selain itu dua rumah warga yang ada di dekat sungai temboknya juga tergerus dan terancam hanyut," ungkap Sularto.

Bencana pada Rabu menambah jumlah korban kerusakan bangunan akibat jebolnya tanggul sungai Gadjah Wong. Sebelumnya, dua rumah warga rusak parah, enam ekor kambing hanyut dan lebih dari 30 kolam ikan rusak diterjang banjir.

Saat ini, tercatat 28 jiwa yang berasal dari enam keluarga terpaksa mengungsi ke aula mushola setempat lantaran rumah mereka terancam tergerus air sungai. Rumah
mereka antara lain berada di RT 18, 19 dan 20. Dari 28 pengungsi terdapat empat balita termasuk bayi berusia dua bulan serta satu orang lansia.

Suminah, salah satu pengungsi menceritakan mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri sekitar Pukul 16.00 WIB saat debit air terus meningkat. Mereka membawa serta barang-barang kebutuhan mengungsi seperti kasur dan bantal. Ia berharap bantuan segera datang. Saat ini balita korban pengungsian dan lansia membutuhkan pampers dan popok bayi.

"Anak-anak juga butuh susu dan selimut, gimana kami mau kerja dan membeli kebutuhan kalau kondisi seperti ini," tutur buruh cuci tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Anton Viktori mengatakan, tindakan tercepat untuk mengantisipasi dampak banjir yang lebih besar adalah dengan memasang karung berisi pasir sebagai tanggul sementara penahan air.

"Rencananya baru besok kami kerja bakti dengan warga karena kondisi sekarang juga masih hujan. Besok bronjong untuk membangun tanggul juga mulai didrop ke sini," jelas Anton.