PENIPUAN JOGJA : Nenek Kehilangan Perhiasan Senilai Rp500 Juta

Ilustrasi penipuan (JIBI/Solopos - Dok.)
28 Januari 2015 13:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Penipuan Jogja, seorang nenek menyerahkan perhiasan senilai Rp500 juta demi membantu anak yang dikabarkan menabrak orang hingga tewas.

Harianjogja.com, JOGJA-Nasib apes menimpa seorang nenek warga Patangpuluhan, Jalan Lokananta Nomor 2, Kecamatan Wirobrajan, Jogja. Korban Sri Suyati, 72, harus kehilangan perhiasan senilai Rp500 juta.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (25/1/2015) pagi lalu. Korban menyerahkan perhiasan kepada seseorang yang mengaku bernama Seno di depan Swalayan Bugisan, Kecamatan Mantrijeron, sekitar pukul 09.30 WIB.

Perhiasan yang diserahkan korban di antaranya, lima buah kalung emas masing-masing berat 50 gram; 10 kalung berat 15 gram; cincin berlian mata enam satu buah; cincin berlian mata sepuluh satu buah dan uang Rp3 juta.

Selain itu korban juga menyerahkan dompet berisi satu gelang rantai 30 gram; satu gelang rantai 20 gram; 2 buah subang besar 1 stel; subang kecil 1 stel; gelang Uwi 3 buah 35 gram dan dan dua gelang bulat dengan berat 10 gram dan 20 gram; serta empat buah liontin. Total perhiasan tersebut ditaksir seharga Rp500 juta.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogja Komisaris Polisi Dodo Hendro Kusumo saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/1/2015) membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kejadian itu diawali dari telepon gelap pada malam hari sebelum kejadian.

Korban ditelepon oleh pelaku Seno yang mengaku dari anggota polisi. Pelaku mengabarkan anak korban bernama Bambang terlibat kecelakaan yang mengakibatkan dua orang korban meninggal dunia. Korban Sri Suyati diminta bertanggung jawab dengan mengirimkan sejumlah uang.

"Korban panik dan menuruti ketika diminta perhiasan sebagai pengganti uang oleh pelaku," kata Dodo.

Karena malam itu korban tidak memiliki uang tunai puluhan juta. Pelaku kemudian meminda dalam bentuk perhiasan.Hingga, kemarin sore, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penipuan dengan mengatasnamakan polisi tersebut.