Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi rapat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tampaknya tidak akan ikut menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk aparatur sipilnya meski Pemerintah Pusat mendorong skema itu sebagai cara menghemat bahan bakar minyak. Sekretaris Daerah DIY menilai ada opsi lain yang lebih terukur dan tidak berisiko mengganggu pelayanan publik, salah satunya mendorong ASN tidak menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat kerja.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, sikap itu lahir dari diskusi langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Menurutnya, WFA justru berpotensi memperumit situasi karena ASN yang bekerja dari rumah tidak menutup kemungkinan tetap keluar rumah untuk keperluan lain, Kamis (26/3/2026).
"Karena kami juga harus punya data yang pas. Apakah kemudian ketika satu minggu, misalnya Jumat kita off-kan dan kita WFA-kan, itu benar-benar mengurangi konsumsi bahan bakar, ada penghematan lain-lain atau tidak," ujarnya.
Ia juga menyoroti sulitnya memantau jam kerja efektif ASN bila WFA diterapkan, padahal mereka wajib memenuhi delapan jam kerja per hari. Berbeda dengan kementerian pusat, layanan pemerintah daerah seperti administrasi perkantoran tidak bisa dikelola dari jarak jauh.
"Mungkin kalau pemerintah pusat bisa, tapi kalau kita di daerah ini kan pelayanan publik ya, termasuk administrasi perkantoran dan lain-lain itu nggak bisa di-handle di luar, pasti kan dia harus di kantor," ungkapnya.
Sebagai alternatif, Ni Made mendorong penerapan Car Free Day untuk ASN, pembatasan penggunaan kendaraan dinas hanya pada yang benar-benar diperlukan, serta efisiensi konsumsi energi secara menyeluruh di lingkungan perkantoran. Kebijakan tanpa kendaraan pribadi ke kantor ini bahkan pernah diujicobakan selama satu hari oleh Pemda DIY beberapa waktu lalu.
"Kita jangan hanya bicara WFA. Misalnya dengan Car Free Day. Untuk kendaraan-kendaraan dinas hanya tertentu saja yang bisa digunakan. Itu mungkin lebih efektif. Terus penggunaan energi lainnya juga agar lebih dihemat lagi," katanya.
Ni Made juga mendorong ASN dan masyarakat umum untuk mulai beralih ke transportasi publik, meski ia mengakui layanan angkutan umum di DIY belum sepenuhnya ideal.
"Memang terus terang kita masih mengakui kalau angkutan publik kita mungkin belum bisa memenuhi yang ideal ya, tapi tetap harus kita mulai," ungkapnya.
Kebijakan penghematan energi ini merupakan respons atas memanasnya situasi jalur perdagangan minyak global akibat konflik Irak dan Amerika Serikat. Pemerintah pusat sebelumnya menyebut WFA satu hari bagi ASN mampu menghemat hingga 20% konsumsi BBM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Dandim Agam bantah isu Kopdes Merah Putih di Sianok terisolir. Lokasi strategis di kawasan wisata dan mudah diakses warga.