Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi rapat ASN, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY tampaknya tidak akan ikut menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk aparatur sipilnya meski Pemerintah Pusat mendorong skema itu sebagai cara menghemat bahan bakar minyak. Sekretaris Daerah DIY menilai ada opsi lain yang lebih terukur dan tidak berisiko mengganggu pelayanan publik, salah satunya mendorong ASN tidak menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat kerja.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengungkapkan, sikap itu lahir dari diskusi langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Menurutnya, WFA justru berpotensi memperumit situasi karena ASN yang bekerja dari rumah tidak menutup kemungkinan tetap keluar rumah untuk keperluan lain, Kamis (26/3/2026).
"Karena kami juga harus punya data yang pas. Apakah kemudian ketika satu minggu, misalnya Jumat kita off-kan dan kita WFA-kan, itu benar-benar mengurangi konsumsi bahan bakar, ada penghematan lain-lain atau tidak," ujarnya.
Ia juga menyoroti sulitnya memantau jam kerja efektif ASN bila WFA diterapkan, padahal mereka wajib memenuhi delapan jam kerja per hari. Berbeda dengan kementerian pusat, layanan pemerintah daerah seperti administrasi perkantoran tidak bisa dikelola dari jarak jauh.
"Mungkin kalau pemerintah pusat bisa, tapi kalau kita di daerah ini kan pelayanan publik ya, termasuk administrasi perkantoran dan lain-lain itu nggak bisa di-handle di luar, pasti kan dia harus di kantor," ungkapnya.
Sebagai alternatif, Ni Made mendorong penerapan Car Free Day untuk ASN, pembatasan penggunaan kendaraan dinas hanya pada yang benar-benar diperlukan, serta efisiensi konsumsi energi secara menyeluruh di lingkungan perkantoran. Kebijakan tanpa kendaraan pribadi ke kantor ini bahkan pernah diujicobakan selama satu hari oleh Pemda DIY beberapa waktu lalu.
"Kita jangan hanya bicara WFA. Misalnya dengan Car Free Day. Untuk kendaraan-kendaraan dinas hanya tertentu saja yang bisa digunakan. Itu mungkin lebih efektif. Terus penggunaan energi lainnya juga agar lebih dihemat lagi," katanya.
Ni Made juga mendorong ASN dan masyarakat umum untuk mulai beralih ke transportasi publik, meski ia mengakui layanan angkutan umum di DIY belum sepenuhnya ideal.
"Memang terus terang kita masih mengakui kalau angkutan publik kita mungkin belum bisa memenuhi yang ideal ya, tapi tetap harus kita mulai," ungkapnya.
Kebijakan penghematan energi ini merupakan respons atas memanasnya situasi jalur perdagangan minyak global akibat konflik Irak dan Amerika Serikat. Pemerintah pusat sebelumnya menyebut WFA satu hari bagi ASN mampu menghemat hingga 20% konsumsi BBM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026, Jorge Martin merebut pole setelah mengalahkan Marc Marquez di Q2 MotoGP Motegi.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka