Advertisement
Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
Sejumlah penumpang masih terlihat naik dan turun di Terminal Wates, Kulonprogo, Kamis (26/3 - 2026), meski masa libur Lebaran 2026 telah berakhir.
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pergeseran pilihan moda transportasi pemudik semakin terasa di Terminal Wates, Kabupaten Kulonprogo. Selama masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang di terminal tipe B yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) DIY ini menyusut 3% dibanding periode yang sama tahun lalu, dari 5.556 orang menjadi 5.366 orang.
Data itu dihimpun dari H-8 hingga H+4 Lebaran atau 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Kepala Seksi Pengelolaan Terminal Dishub DIY, Taufik Sukmawan, menyebut ada dua faktor utama di balik penurunan ini: beroperasinya pintu tol di Purwomartani, Sleman, yang mendorong pemudik beralih ke kendaraan pribadi atau bus jalur tol, serta membludaknya pengguna program mudik gratis dan layanan kereta api.
Advertisement
"Berdasarkan data yang dihimpun dari H-8 hingga H+4 Lebaran atau mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, total penumpang yang melintasi Terminal Wates tercatat sebanyak 5.366 orang. Angka ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5.556 penumpang di periode yang sama," katanya, Kamis (26/3/2026).
Terminal Wates memang berfungsi sebagai terminal lintasan atau transit untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dengan tujuan favorit seperti Jakarta dan Sumatera. Karena statusnya sebagai titik transit, pergerakan penumpang harian di sini relatif terbatas, angka seribu orang per hari sudah terhitung ramai.
BACA JUGA
Selama Lebaran 2026, arus balik justru mendominasi dibanding arus mudik. Puncak arus balik pertama terjadi pada Selasa (24/3/2026) dengan 993 penumpang. Taufik memperkirakan puncak arus balik kedua akan datang pada Sabtu (28/3/2026) dengan jumlah yang bisa menembus seribu orang.
Sebaliknya, arus mudik berlangsung jauh lebih sepi. Dua titik puncak mudik tercatat pada H-8 atau 13 Maret 2026 dengan total 372 penumpang tiba dan berangkat, serta pada 18 Maret 2026 dengan 319 penumpang, rata-rata di bawah 500 orang per hari.
"Pada masa arus mudik, Terminal Wates mencatat dua titik puncak. Terjadi pada H-8 atau 13 Maret dengan total 372 penumpang tiba dan berangkat. Puncak arus mudik kedua terjadi pada 18 Maret dengan total 319 penumpang," jelas Taufik.
Penurunan tidak hanya terjadi di Terminal Wates. Empat Terminal Tipe C di Kulonprogo pun mengalami hal serupa, bahkan dengan penurunan yang jauh lebih dalam. Kepala UPT Terminal Tipe C Dishub Kulonprogo, Setio Bhakti Wisnugroho, menyebut angka penurunannya diperkirakan mencapai 50 persen, meski data tertulis resmi belum tersedia.
"Secara umum penurunannya sekitar 50 persen, sementara datanya baru secara lisan demikian, belum ada laporan tertulisnya mengenai penurunan," ujar Wisnu saat dikonfirmasi terpisah.
Keempat terminal tipe C di Kulonprogo meliputi Terminal Brosot di Kapanewon Galur, Terminal Sentolo di Kapanewon Sentolo, Terminal Kenteng di Kapanewon Nanggulan, dan Terminal Jagalan di Kapanewon Kalibawang. Mayoritas melayani penumpang dalam provinsi, meski layanan bus AKAP tetap beroperasi di terminal-terminal tersebut. "Tetap ada bus AKAP yang jemput penumpang di Terminal Tipe C Kulonprogo," ungkap Wisnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
Advertisement
Advertisement








