KERUSUHAN JALAN MAGELANG : Jalan Yogyakarta-Purworejo Dijaga Intensif

Sugeng membenahi genteng rumah sekaligus tempat usahanya setelah menjadi sasaran amuk sejumlah suporter PSIM yang berkonvoi saat berangkat menuju Magelang di Jl. Magelang km 14, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (13/3 - 2015). Dalam perjalanan untuk menyaksikan laga persahabatan PSIM Jogja melawan PPSM Magelang itu, sejumlah suporter melakukan pelemparan batu dan merusak rumah spa, bengkel, toko telepon genggam dan rumah warga. Kerusuhan supoter itu terjadi di ruas Jl. Magelang km 13/14, Sleman. (Desi
14 Maret 2015 18:20 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

Rusuh suporter yang terjadi pada Jumat (13/3/2015) masih terasa. Polres Sleman pun mengerahkan pasukannya untuk menjaga titik-titik rawan.

Harianjogja.com, SLEMAN - Ratusan personel Kepolisian Resor Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikerahkan ke sepanjang Jalan Yogyakarta-Purworejo untuk mengantisipasi bentrok antara warga dan suporter PSIM Jogja.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan saat ini warga Balecatur, Kecamatan Gamping bersiap menghadang suporter PSIM yang akan pulang ke Kota Yogyakarta usai menyaksikan pertandingan di Magelang.

Pada Jumat (13/3/2015), sekitar 22.30 WIB, sepanjang Jalan Yogyakarta-Purworejo ada lima titik terjadi aksi pelemparan batu terhadap suporter PSIM.

"Aksi ini buntut dari pelemparan batu di Jalan Yogyakarta-Magelang sehingga warga Balecatur yang mendapat informasi tersebut menghadang suporter PSIM," kata Faried Zulkarnaen yang langsung memimpin pengamanan di depan Kantor Balecatur, Gamping, Sabtu (14/3/2015).

Untuk mengantisipasi bentrok warga, pihaknya telah memecah suporter PSIM menjadi beberapa kelompok kecil dalam perjalanan ke Jogja.

Bahkan, suporter PSIM melewati beberapa jalur alternatif untuk mengantisipasi bentrokan. Suporter ada yang melawati Magelang-Purworejo-Kulon Progo-Sleman, ada juga dari Magelang-Muntilan-Minggir-Klangon-Yogyakarta, serta jalur Yogyakarta-Megelang.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Magelang dan Polresta Yogyakarta untuk pengamanan ini," katanya.

Selain itu, kata Faried, untuk pengamanan itu, pihaknya juga meminta bantuan satu kompi pasukan Sabhara dan Brimob Polda DIY, serta personel polsek-polsek.

Faried mengaku ada korban luka saat bentrok antara warga dan suporter. Namun tidak ada korban dengan luka berat. Polisi sudah berhasil mengamankan kondisi di lapangan.

"Ya tadi salah paham ada pengendara diteriaki suporter dipukuli, lalu kita amankan. Luka biasa, tidak ada yang luka berat atau serius. Sebelum terjadi bentrok, petugas langsung mengantisipasinya," katanya.

Saat ini, petugas masih berjaga-jaga di sepanjang Jalan Yogyakarta-Purworejo, tepatnya di depan Kantor Balecatur karena warga masih siaga.