Sisi Utara Kulonprogo Masih Gelap

Jalan Wates di kawasan Kecamatan Sedayu Bantul gelap pada malam hari akibat minimnya penerangan (Endro Guntoro/JIBI - Harian Jogja)
14 Maret 2015 17:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Sisi utara wilayah Kabupaten Kulonprogo yang berupa Pegunungan Menoreh masih gelap karena kurang lampu penerang jalan umum

Harianjogja.com, KULONPROGO- Ada beberapa titik rawan yang sampai saat ini masih membutuhkan banyak lampu penerang jalan umum (LPJU) di Kulonprogo.

Kawasan tersebut merupakan wilayah yang masih sangat minim penerangan. Sebagian besar wilayah tersebut berada di sisi utara, terutama di Kecamatan Kokap, Girimulyo, Samigaluh dan sebagian besar Kalibawang.

Bahkan, di Kalibawang, penerangan baru di sekitar perempatan Dekso, karena jalur tersebut merupakan jalur alternatif ke wilayah Jawa Tengah.

“Kebutuhan LPJU di jalan-jalan kabupaten sangatlah krusial. Mengingat sejumlah titik penting di Kulonprogo masih sangat kurang penerangan,” kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo Joko Purnomo, Jumat (13/3/2015).

Salah satu ruas jalan yang cukup rawan kecelakaan dan masih sangat minim ada di Desa Salamrejo dan Desa Tuksono. Calon kawasan industri itu, saat malam hari penerangan sangat minim. Bahkan, sepanjang jalan tersebut juga masih rusak dan berlubang.

Sugi, 50, salah satu warga Desa Tuksono mengatakan, kondisi jalan di desa itu rusak parah. Selain berlubang, saat malam hari wilayah tersebut gelap gulita. Bahkan, saat hujan banyak muncul genangan air.

“Cukup bahaya kalau melintasi jalan ini pada malam hari. Sudah gelap, banyak pengendara tidak bisa melihat ada lubang, apalagi kalau waktu hujan. Lubang banyak tertutup air, tak hanya itu, diameter lubang juga sangat lebar,” ungkap Sugi.