PENGANGGURAN TERBUKA : 2015, Jumlah Dikurangi hingga 10.850 Orang

Ilustrasi pengangguran (JIBI/Harian Jogja - Dok.)
15 Maret 2015 03:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Pengangguran terbuka ditarget berkurang hingga kisaran 10.000 orang.

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY menargetkan dapat mengentaskan pengangguran sebanyak 10.850 orang selama 2015.

"Dari 63.000 pengangguran di DIY, kami targetkan (mengentaskan) sekitar 10.850 orang," kata Kepala Disnakertrans DIY, Sigit Sapto Rahardjo, Sabtu (14/3/2015).

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, dilihat dari persebaran angka pengangguran di DIY, terbesar ada di Kabupaten Sleman yang mencapai 19.406 orang, disusul Bantul 16.632 orang, Kota Yogyakarta 13.702 orang, Gunungkidul 7.385 orang dan Kulonprogo 6.764 orang.

Menurut Sigit, untuk mengentaskan pengangguran secara bertahap itu, pihaknya akan melakukan program pelatihan keterampilan bagi 2.540 Orang, pemagangan dalam dan luar negeri 400 Orang.

Selain itu, perluasan kerja melalui program kewirausahaan 5.410 Orang, serta penempatan tenaga kerja melalui program antarkerja antardaerah (AKAD) sebanyak 2.500 Orang.

Dia mengatakan, setiap tahun peningkatan jumlah penganggur rata-rata selalu didorong oleh lonjakan jumlah angkatan kerja tanpa diimbangi perluasan lapangan kerja baru.

"Selain masalah penganggur terbuka, keberadaan setengah penganggur juga menjadi persoalan tersendiri," kata dia.

Menurut dia, selain berorientasi mengurangi jumlah pengangguran, sumber daya manusia (SDM) yang masih belum terpakai itu juga perlu dipersiapkan untuk bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015, di mana tenaga kerja dari luar negeri akan turut bersaing di dalam
negeri.

"Perlu dipersiapkan tenaga-tenaga terampil serta memiliki daya saing menyongsong MEA," kata dia.

Karena itu, secara khusus pihaknya juga telah menyiapkan badan latihan kerja (BLK) untuk meningkatkan potensi SDM sasaran dengan pelatihan penunjang seperti komputer, peningkatan bahasa, serta pelatihan wirausaha.

"Karena dalam mencari kerja mereka tidak lagi hanya mengandalkan ijazah pendidikan formal, namun perlu ditambah keterampilan yang dibutuhkan perusahaan," kata dia.