BANGUNAN CAGAR BUDAYA : Muncul Isu Candi di DIY Jadi Target Pengeboman ISIS, Ini Antisipasinya

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSejumlah wisatawan memasuki ruang dalam Candi Siwa seusai acara Syukuran Purna Pugar candi tersebut di kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI. Yogyakarta, Rabu (05/11 - 2014). Candi terbesar di kompleks taman wisata Candi Prambanan itu mengalami kerusakan akibat gempa tahun 2006 dan selesai dipugar sertar diresmikan oleh Wakil Presiden Boediono pada 19 Oktober lalu. Pasca gempa, ruang dalam Candi Siwa ditutup bagi pengunjung, dan mulai kemarin wisatawan dapat menikmati kembali m
15 Maret 2015 06:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Bangunan Cagar Budaya seperti Candi Prambanan dan candi lain yang ada di DIY saat dipergunakan untuk kegiatan keagamaan diisukan sebagai target pengeboman ISIS.

Harianjogja.com, SLEMAN - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta meningkatkan pengawasan dan keamanan terhadap Candi Prambanan dan candi-candi lain di DIY terutama saat berlangsungnya kegiatan keagamaan.

"Langkah ini sebagai langkah antisipasi karena berdasarkan informasi yang kami terima tempat-tempat tersebut menjadi target pengeboman Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)," kata Ketua Kelompok Kerja Perlindungan BPCB Yogyakarta Muhammad Taufik, Sabtu (14/3/2015).

Menurut dia, peningkatan pengamanan ini sudah dilakukan di Candi Borobudur, Jawa Tengah, sejak Januari 2015, kemudian pada Maret 2015 pihaknya juga melakukan pengawasan untuk Candi Prambanan.

"Candi Prambanan menjadi salah satu target operasi, karena dianggap oleh pihak tersebut berunsur musyrik. Bukan tidak mungkin serangan-serangan dilakukan kelompok mereka," katanya.

Ia mengatakan berkaca pada kejadian 21 Januari 1985, stupa-stupa Candi Borobudur mendapat serangan, sehingga candi peninggalan Dinasti Syailendra tersebut hancur karena dibom oleh sekelompok orang.

"Lebih baik kewaspadaan ditingkatkan. Peristiwa 21 Januari 1985 dulu Candi Borobudur saja bisa kena bom," katanya.

Taufik mengatakan peningkatan pengawasan keamanan ini terutama dilakukan pada saat candi digunakan sebagai berbagai kegiatan.

Salah satunya upacara keagamaan Tawur Agung oleh umat Hindu pada 20 Maret 2015 atau sehari sebelum Nyepi yang akan digelar di pelataran Candi Prambanan.

"Beberapa hari sebelumnya, pengawasan harus lebih ditingkatkan. Setelah itu, masih ada lagi kegiatan ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta," katanya.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta Wahyu Astuti mengatakan selain petugas satpam yang selalu melakukan pengawasan di Candi Prambanan, saat ini polisi khusus (polsus) untuk pengawasan cagar budaya turut mengintensifkan pengamanan.

"Kami memiliki 10 polsus, yang bertugas melakukan pengawasan dan pengamanan objek-objek peninggalan sejarah budaya," katanya.

Menurut dia, peningkatan keamanan ini tidak hanya dilakukan khusus di Candi Prambanan saja tetapi juga di beberapa candi yang masih dalam wilayah DIY seperti kompleks Candi Ratu Boko, Kalasan, dan Sari.

"Lokasi-lokasi tersebut selalu dipantau melalui 'closed circuit television' (CCTV)," katanya.

Ia mengatakan untuk Candi Kalasan ada lima unit CCTV yang terpasang. Jumlah ini sama dengan di Candi Sari. Kemudian, untuk di Candi Ratu Boko, yang lokasinya di perbukitan ada sembilan CCTV.

"Sedangkan untuk Candi Prambanan, banyak CCTV-nya. Bahkan ada satu kamera yang mampu berputar 360 derajat," katanya.