PENIPUAN SLEMAN : Nama Kapolda Baru Dicatut, Humas Polda Sempat Jadi Sasaran

Ilustrasi penipuan (Googleimage)
17 Maret 2015 14:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Penipuan Sleman, nama sejumlah pejabat baru dicatut.

Harianjogja.com, SLEMAN -Belum genap setahun, Kapolda DIY kembali mengalami rotasi. Brigjen Oerip Soebagyo digeser, digantikan oleh Kombes Erwin Triwanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagjiansosmas Bid PPTIK STIK Lemdikpol. Sedangkan Oerip menduduki jabatan baru sebagai Waket Bid PPTIK STIK Lemdikpol.

Keputusan itu berdasarkan Telegram Rahasia Kapolri nomor ST 494/IV/2015 ditandatangani oleh mantan Kapolda DIY yang kini menjabat sebagai Asisten SDM Mabes Polri Irjen Haka Astana. Oerip Soebagyo sendiri belum genap setahun menjabat sebagai Kapolda DIY. Ia menjadi pucuk pimpinan tertinggi kepolisian di DIY sejak Juli 2014 silam setelah menggeser posisi Brigjen Haka Astana.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan serah terima jabatan Kapolda DIY akan dilakukan pada Selasa (17/3/2015) hari ini di Mabes Polri. Sedangkan di Polda DIY rencananya akan dilakukan serah terima pada Rabu (18/3/2015). Sayangnya ada pihak yang berusaha memanfaatkan rotasi jabatan ini untuk melakukan penipuan.

"Baru saja [Senin 16/3/2015] ada yang menghubungi saya mengaku bernama Brigadir Tatang dengan
mengatasnamakan Staf Kadiv Polri yang baru. Dia mencoba untuk memanfaatkan rotasi jabatan dengan mencatut sejumlah nama dengan meminta sesuatu," ungkap Anny Senin (16/3/2015).

Pelaku menggunakan ponsel dengan nomor 082299391986. Menurut dia pelaku meminta untuk menghubungi Direskrimsus Polda DIY Kombes Antonius agar Direskrimsus menghubungi Kadiv yang baru. Karena curiga pihaknya meminta waktu sebentar untuk mengecek dengan menghubungi Sepri Kadiv yang baru dan Kasubag Renmin.

"Ternyata Sepri Kapolda [Brigjen Oerip] juga ditelp yang mengaku Sepri Kapolda yang baru Kombes Erwin
Triwanto," imbuhnya.

Setelah itu, lanjut Anny, pelaku kembali menghubungi dirinya. Tetapi setelah ditanya identitasnya secara detail justru berbelit-belit. Kemudian mematikan ponselnya dan setelah itu nomor yang digunakan pelaku sudah tidak aktif.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika menerima telpon yang mengaku pejabat Mabes atau Polda, terutama jika meminta barang atau uang ditegas Anny, jangan cepat mempercayainya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat luas dalam rangka pergantian pejabat Polda atau Mabes hati-hati, karena sering dimanfaatkan pelaku kejahatan. Tolong dikonfirmasi dulu ke Polda," ungkapnya.