DIY Kekurangan Dokter Paru, Baru 37 dari Kebutuhan 160
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Ilustrasi tersengat listrik/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - Nasib naas dialami Ahmad Bunyamin (59), pria asal Wonosobo, Jawa Tengah. Ia tersengat listrik bertegangan 20.000 volt saat sedang bekerja membangun rumah hunian di Desa Baturetno, Banguntapan, Bantul, pada Kamis (8/5/2025) siang.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menjelaskan, korban mengalami luka bakar di bagian dada dan kaki kanan. Ia dirawat di Rumah Sakit Hardjolukito yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Korban saat ini dalam keadaan sadar dan dilarikan ke RS Harjolukito menggunakan Ambulance PMI,” jelas Jeffry, Kamis (8/5/2025).
BACA JUGA: Viral Video Kritik Layanan Uji Kir Bantul, Dishub Bantah dan Ungkap Fakta Lapangan
Adapun kronologi kejadian tersebut, korban yang bekerja di lantai 2 sedang menarik besi slup yang secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang berada di dekatnya. Sontak, ia pun tersetrum aliran listrik bertegangan tinggi.
Melihat korban terkapar, rekannya segera meminta bantuan dari berbagai pihak termasuk PMI, PLN, pemadam kebakaran, hingga Polsek Banguntapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Siswi SMAN 6 Jakarta meninggal dunia usai terjatuh dari motor di Kebayoran Baru. Kabel yang menjorok ke jalan diduga menjadi penyebab kecelakaan.
Parkir bus Senopati tak lagi difungsikan. DPRD Kota Jogja menyoroti akses wisatawan ke Malioboro dan Taman Pintar saat musim libur sekolah.
BPS Bantul mulai Sensus Ekonomi 2026 secara door to door hingga Agustus. Seluruh rumah tangga dan pelaku usaha menjadi sasaran pendataan.
Polres Kulonprogo menetapkan Lurah Garongan sebagai tersangka dugaan pungli layanan kalurahan. Polisi menemukan lebih dari satu korban.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.