PSIM Jogja Usung Filosofi Keraton ke Fashion Olahraga Global
PSIM Jogja mengusung filosofi Keraton Yogyakarta dalam desain fashion olahraga. Budaya lokal dinilai menjadi modal kuat untuk menembus pasar global.
Perkembangan pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo, pada Selasa (9/6/2026)/ Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, mencatat progres fisik sebesar 78,504 persen hingga awal Juni 2026. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan dan menunjukkan proyek masih berjalan sesuai jadwal.
Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, mengatakan berdasarkan evaluasi hingga pekan ke-64 per 7 Juni 2026, progres pembangunan berada di atas rencana yang dipatok sebesar 76,660 persen.
“Progres realisasi 78,504 persen, sementara progres rencana 76,660 persen, sehingga deviasi positifnya sekitar 1,848 persen,” ujar Yudi, Selasa (9/6/2026).
Dengan capaian tersebut, pekerjaan yang tersisa kini sekitar 20 persen. Tahap pembangunan saat ini difokuskan pada penyelesaian interior gedung dan pengadaan mebelair sebagai bagian dari tahap akhir proyek.
Menurut Yudi, gedung baru DPRD DIY tidak hanya dirancang sebagai pusat aktivitas legislatif, tetapi juga mengusung konsep yang lebih terbuka dan ramah bagi masyarakat. Penataan kawasan luar, termasuk pedestrian dan taman, menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang nyaman.
“Kalau masyarakat lewat di depan gedung itu, nuansanya sudah berbeda karena terlihat megah. Mungkin masyarakat belum ada yang masuk ke dalam, tapi lingkungannya sudah tertata asri dan memiliki karakter terbuka untuk masyarakat,” katanya.
Proyek pembangunan gedung baru DPRD DIY mulai dikerjakan pada April 2025 dan ditargetkan selesai pada 6 Desember 2026. Hingga saat ini, pelaksanaan proyek dinilai masih berada di jalur yang direncanakan, bahkan mencatat percepatan dibanding target awal.
Gedung tersebut berdiri di atas lahan seluas 51.174 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 26.336 meter persegi. Bangunan setinggi 32 meter itu terdiri atas enam lantai dan dibangun oleh Waskita KSO Citra dengan nilai kontrak sebesar Rp293,8 miliar yang bersumber dari APBD DIY.
Selain pengerjaan fisik bangunan, penyelesaian interior menjadi perhatian utama karena menggabungkan unsur arsitektur tradisional khas Jogja dengan sentuhan modern. Material seperti marmer dan kayu digunakan dalam berbagai bagian interior, dengan sejumlah pengerjaan dilakukan secara handmade untuk memperkuat karakter bangunan.
Dengan progres yang terus melampaui target, pembangunan gedung baru DPRD DIY diharapkan dapat rampung sesuai jadwal dan mendukung peningkatan fungsi kelembagaan serta pelayanan aspirasi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja mengusung filosofi Keraton Yogyakarta dalam desain fashion olahraga. Budaya lokal dinilai menjadi modal kuat untuk menembus pasar global.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar untuk perbaikan jalan di wilayahnya.
Sri Sultan minta UGM perkuat tata kelola dan kualitas akademik hadapi persaingan global. MWA baru diharapkan lebih transparan.
Timnas putri Indonesia ditahan Kamboja 1-1 di Garuda Championship Series 2026. Gol Rosdilah dibalas cepat, penalti kontroversial.
BI proyeksikan rupiah 2027 di Rp16.800–17.500 per dolar AS. Ini lima faktor pendorong penguatan menurut Perry Warjiyo.
Raffi Ahmad akan klarifikasi usai namanya disebut KPK dalam kasus Bea Cukai. Hotman Paris pastikan konferensi pers digelar Kamis.