Harga Beras Sudah Normal, Bantul Batalkan Operasi Pasar

Warga berkerumun menunggu giliran membeli beras saat digelar Operasi Pasar Murni (OPM) 2015 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/2/2015). Kementerian Pertanian menyatakan optimistis harga kebutuhan pokok itu di pasaran yang saat ini naik akan kembali normal dan stabil. Harapan itu terbut seiring berbagai upaya pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo menurunkan harga beras di kota-kota besar di Indonesia, seperti mendistribusikan 300.000 ton beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog). (Rachman/JIBI - Solopos)
23 Maret 2015 05:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Harga beras dianggap sudah normal sehingga Pemerintah Bantul membatalkan operasi pasar di 6 kecamatan di wilayah ini

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatalkan kegiatan operasi pasar beras yang sedianya akan dilakukan di enam kecamatan karena harga sudah normal.

"Sudah ada edaran dari Kabulog [Kepala Bulog] Yogyakarta yang mengintruksikan bahwa operasi pasar beras mulai Senin 23 Maret nanti dihentikan, di Bantul ada enam kecamatan yang dibatalkan," kata Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanto di Bantul, Minggu (23/3/2015).

Menurut dia, enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Jetis, Imogiri, Pajangan, Kasihan, Sewon dan Sanden, sesuai rencana ada 14 desa di enam kecamatan tersebut yang awal pekan nanti melakukan operasi pasar beras.

"Sesuai jadwal operasi pasar beras di Bantul dilakukan sampai 27 Maret, namun karena ada edaran dari Kabulog yang kami terima Jumat [20/3/2015] lalu, maka ada enam kecamatan yang jadwalnya mulai Senin [23/3/2015] tidak bisa kami realisasikan," katanya.

Sementara itu, menurut dia, alasan dari Bulog melayangkan edaran untuk menghentikan operasi pasar beras, karena harga komoditas pokok tersebut di pasar sudah normal, setelah beberapa pekan sebelumnya mengalami kenaikan yang signifikan.

Ia mengatakan, harga beras di pasar tradisional Bantul sebelumnya mencapai Rp10.000 sampai Rp10.500 per kilogram, sementara saat ini harga sudah normal yang berkisar antara Rp8.500 sampai Rp9.500 per kilogram.

"Kalau dari kami menginginkan operasi pasar terus sampai selesai, namun karena itu [penghentian] kebijakan Bulog, kami tindaklanjuti, kami juga sudah koordinasi ke teman-teman untuk sampaikan ke kecamatan," katanya.

Ia mengatakan, dengan penghentian operasi pasar beras tersebut, maka sampai dengan akhir pekan terakhir lalu pihaknya sudah merealisasikan di 11 kecamatan, sebab di Bantul ada 17 kecamatan yang mengajukan kegiatan itu.