Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Sejumlah warga melintas di dekat deretan traktor yang dibagikan kepada para petani saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (6/3/2015). Dalam melaksanakan agenda presiden melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo itu, Presiden Jokowi antara lain melakukan penanaman dan panen padi menggunakan mesin. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Pertanian Gunungkidul utamanya Gapoktan belum mendapatkan informasi seputar bantuan traktor.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Gunungkidul mempertanyakan bantuan traktor dari pemerintah pusat. Sebab, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait bantuan tersebut.
Sementara di daerah lain sudah ada penarikan traktor bantuan Presiden Jokowi. Pengurus Kelompok Tani Tirtosari Dusun Karangsari, Desa Karangrejek, Wonosari Hartoyo menanyakan kebenaran bantuan traktor dari pemerintah. Dia mengaku, hingga saat ini belum ada informasi terkait bantuan tersebut.
“Saya baru melihat dari berita di TV, sedang untuk pembagian traktor di sini [Gunungkidul] belum ada informasi sama sekali,” kata Hartoyo kepada Harianjogja.com, Senin (23/3/2015).
Padahal, gapoktan sangat membutuhkan bantuan traktor tersebut. Terlebih lagi, bantuan traktor sudah diberikan sejak lama, pada awal 2000 lalu.
“Saat itu bantuan diberikan tidak secara gratis, namun lebih ke dalam bentuk kredit lunak untuk kelompok. Namun setelah itu, belum pernah ada bantuan lagi,” ungkapnya.
Hartoyo percaya bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas panen di Dusun Karangsari. Meski demikian, kelompoknya menyerahkan sepenuhnya bantuan tersebut ke dinas yang terkait.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Gapoktan Sidomulyo, Desa Playen, Kecamatan Playen Mardi. Menurut dia, dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura urung memberikan informasi bantuan traktor dari presiden.
Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal bantuan traktor, Kepala Dinas TPH Azman Latif mengaku belum
mengetahui jumlah pasti bantuan traktor untuk petani di Gunungkidul. Pembagian traktor ini merupakan bagian dari rencana Pemerintahan Jokowi-JK untuk mencapai target swasembada pangan di 2017.
“Bantuan traktor dari Pemerintah Pusat memang ada. Hanya, saya belum tahu persis berapa traktor yang akan diberikan untuk petani,” kata Azman kepada Harianjogja.com, seusai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Gunungkidul, kemarin.
Dia menjelaskan dalam beberapa kali pertemuan sempat dibahas mengenai pemberian bantuan itu. Namun
jumlah traktor yang akan diberikan terus berubah-ubah, dan belum ada jumlah pasti.
“Awalnya ada yang bilang 17 buah, tapi di waktu rapat yang lain dikatakan hanya sembilan traktor. Hingga saat ini, kami juga masih menunggu jumlah pasti bantuan yang akan diberikan,” ungkap mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Ketahanan Pangan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.