JALAN RUSAK : Distribusi Raskin sampai Tersendat

Ilustrasi jalan rusak (Burhan Aris Nugraha/JIBI - Solopos)
06 Mei 2015 20:40 WIB Kulonprogo Share :

Jalan rusak akibat bencana banjir bulan lalu mengakibatkan distribusi raskin tersendat.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Distribusi beras untuk warga miskin (raskin) di wilayah Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh tersendat akses jalan yang rusak akibat banjir dua pekan lalu.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kulonprogo Nur Hadiyanto mengungkapkan truk pengangkut raskin yang biasanya melewati perempatan Dekso kini mesti melewati Kenteng di Kecamatan Nanggulan. Perempatan Dekso tak bisa dilewati karena ada perbaikan jalan menuju Pagerharjo.

“Distribusi harus memutar,” ujar Nur dalam rapat koordinasi evaluasi distribusi raskin April di aula Dinsosnakertrans Kulonprogo, Selasa (5/5/2015).

Hasil evaluasi menyebutkan distribusi April lancar meski sempat tersendat akses jalan yang rusak.
Namun, jauhnya titik tempuh untuk menjangkau warga penerima manfaat juga menjadi evaluasi penting dalam rakor tersebut. Pasalnya, jarak tempuh distribusi raskin dari kantor desa ke warga penerima manfaat semakin jauh untuk dijangkau. Hal itu akan memengaruhi juga pada biaya transportasi.

“Karena itu, kami [Dinsosnakertrans] berharap ada pembagian pembiayaan dengan Pemerintah Daerah DIY. Diharapkan dapat memberikan bantuan transportasi karena program ini menjadi tanggung jawab bersama,” papar Nur.

Selain melakukan evaluasi terkait proses distribusi raskin yang menghadapi kendala akses jalan, rapat yang diikuti Tim Raskin DIY, Bulog DIY, Tim Raskin Kabupaten, Kecamatan dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan itu juga mengevaluasi contoh beras yang dibawa tim raskin.
Perwakilan dari Bulog DIY, Priyo, menambahkan distribusi raskin mulai April telah diambilkan dari gudang terdekat yang berada di Kalasan, Sleman. Untuk mengetahui beras yang akan disalurkan, Tim Raskin Kabupaten dapat mengecek di gudang tersebut.

“Untuk memastikan,” ungkapnya.

Sembari menunggu perbaikan dari pemerintah, warga dari tiga dusun di Pagerharjo swadaya dengan Pemerintah Desa Pagerharjo membangun jembatan bambu. Mereka menargetkan pembangunan jembatan darurat bisa selesai pekan depan.

Sejak jembatan tersebut runtuh diterjang banjir pada Rabu (22/4/2015) lalu, warga harus menyeberangi Sungai Besole II untuk menjangkau desa lain. Akibatnya, dua dusun, yakni Sarigono dan Jobolawang nyaris terisolir.

Dana yang terkumpul untuk membangun jembatan dari hasil patungan mencapai lebih dari Rp21 juta. Pembangunan jembatan bambu tersebut setiap hari setidaknya dilakukan oleh 40 warga. Meski demikian, Pemdes tetap berharap pemerintah dapat segera membangun jembatan permanen yang lebih layak dan aman untuk dilalui warga.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kulonprogo Gusdi Hartono menambahkan ada tiga jembatan yang rusak akibat banjir yang terjadi dua pekan lalu. Selain jembatan di Sarigono, dua di antaranya berada di Kecamatan Kokap yakni di Dusun Clumprit dan Kadigunung. Sejauh ini belum ada kepastian perbaikan untuk jembatan-jembatan itu.