DANA PSKS SLEMAN : Tamanmartani, Desa di Sleman yang Belum Terima Dana

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoDua orang warga menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial bersama KTP dan uang sebesar Rp 400 Ribu seusai mengambil dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (18/11 - 2014). Program pemberian bantuan dana simpanan dari pemerintah itu bertujuan untuk membangun keluarga produktif dalam memberdayakan dan melindungi masyarakat miskin. Rumah Tangga Sasaran (RTS) muali dapat mengambil dana dana tersebut di kantor Pos Besar Yogyakarta sesuai j
07 Mei 2015 13:20 WIB Sleman Share :

Dana PSKS Sleman, Desa Tamanmartani merupakan satu-satunya desa di Sleman yang belum menerima pencairan bantuan.

Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Pos Kecamatan Kalasan sebagai penyalur dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) mengaku belum menerima data resmi penerima PSKS di Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan. Baik pemerintah kecamatan, pemerintah desa maupun Kantor Pos Besar Jogja hingga saat ini belum menyerahkan data tersebut pada Kantor Pos Kalasan.

"Data masih di kantor pos besar. Pelaksanaan pencairannya kapan juga belum ditentukan karena saat ini kami [kantor pos Kalasan] masih menyelesaikan tugas lain [non-PSKS]," ujar Kepala Kantor Pos Kalasan, Shinta Utami, Selasa (4/5/2015).

Jika tugas non-PSKS yang sedang dikerjakan Kantor Pos Kalasan saat ini selesai, pihaknya baru akan berkoordinasi dengan Pemdes Tamanmartani dan juga Kantor Pos Besar Jogja. Shinta memperkirakan pencairan dana PSKS baru dapat dilaksanakan setelah 10 Mei.

"Ya kemungkinan setelah 10 Mei," katanya.

Desa Tamanmartani merupakan satu-satunya desa di Sleman yang belum menerima dana PSKS sebesar Rp600.000 per rumah tangga sasaran (RTS) itu. Sebelumnya, rencana pencairannya dilakukan bersamaan dengan pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) oleh Presiden Joko Widodo di Balaidesa Tamanmartani, Senin (4/5/2015). KKS sendiri merupakan pergantian dari Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Selanjutnya KKS digunakan untuk mencairkan dana PSKS.

"Kami tahunya pembagian PSKS juga dibarengkan sama pembagian tiga kartu itu. Ternyata ada perubahan kalau Pak Jokowi hanya membagikan tiga kartu sakti, bukan termasuk PSKS," kata Shinta.

Sebagai salah satu penerima PSKS, warga Dusun Kregan, Desa Tamanmartani bernama Suradi tidak tahu menahu soal kepastian pencairan dana PSKS.

"Kata teman-teman [tetangga], kemarin itu katanya mau dikasih duit [PSKS] sama Pak Jokowi tapi nyatanya juga tidak dikasih tuh. Hanya dapat kartunya [KKS] saja," katanya.

Suradi yang sempat menanyakan hal itu pun tetap tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya merasa iri karena warga desa lain dari Tirtomartani, Selomartani, dan Tirtomartani sudah menerima dana PSKS lebih dulu.

"Saya enggak tahu kok belum dikasih uangnya. Ya diparingi syukur enggak diparingi mboten napa-napa. Ning batine yo ngarep-arep [Dikasih syukur kalau tidak ya tidak apa-apa. Tapi dalam hati tetap mengharapkan]," kata dia.

Meski belum menerima dana PSKS, pihaknya enggan menanyakan kepada Kepala Dusun Kregan. Dia hanya pasrah menunggu hingga pencairan dilakukan.