BANDARA KULONPROGO : WTT Akan Kerahkan Ratusan Massa

HarianJOgja/Gigih M. HanafiSejumlah warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) serta mahasiswa melakukan dorng pagar saat aksi penolakan pendirian bandara di kantor GUbernur DIY, Jl. Malioboro, Jogja, Rabu (22 - 4). Mereka mendesak di cabutnya Izin Penetapan Lokasi (IPL) oleh Gubernur DIY serta pembebasan 4 petani Kulonprogo.
09 Mei 2015 09:20 WIB Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo, pekan depan WTT kembali berunjuk rasa.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Paguyuban warga penolak pembangunan bandara, Wahana Tri Tunggal (WTT) akan ajukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jogja, Senin (11/5/2015) mendatang. Warga juga akan menggelar orasi dengan ratusan massa, baik dari warga WTT maupun mahasiswa.

Ketua WTT Martono mengatakan mengungkapkan selain melakukan gugatan di pengadilan. Paguyuban warga ini juga akan membawa ratusan massa untuk melakukan aksi orasi penolakan terhadap rencana pemerintah membangun bandara di Temon. Dia mengatakan, dalam aksi tersebut rencananya akan dibantu oleh mahasiswa.

“Dari kami ada sekitar 300 massa yang akan datang. Kami akan datang bersama-sama untuk berorasi,” imbuh Martono.

Sementara itu, Tim Community Development Pembangunan Bandara Baru Ariyadi Subagyo mengakui, pihaknya telah mendengar informasi adanya aksi yang akan dilakukan warga penolak bandara. Infomasi yang disampaikan menyatakan, WTT akan melakukan aksi dengan 250 orang warga yang dibantu setidaknya sekitar 50 orang mahasiswa.

“Massa sejumlah itu, diantaranya akan ada anak-anak. Kalau dibandingkan dengan warga yang menyetujui pembangunan bandara, jumlah tersebut tidak seberapa. Jadi kami tidak terlalu risau tentang itu,” tandas Ariyadi saat dihubungi, Jumat (8/5/2015). Holy Kartika N.S

==

KAMPUS JOGJA : UII Miliki Wall Climbing Standar Internasional Senilai Rp740 juta

Kampus Jogja UII kini memiliki arena panjat tebing buatan seharga Rp740 juta.

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) kini memiliki arena panjat tebing buatan atau wall climbing berstandar internasional sebagai sarana latihan mahasiswa.

"Wall climbing yang tingginya 18 meter itu menghabiskan anggaran sebesar Rp740 juta, dengan waktu pengerjaan sekitar lima bulan," kata Wakil Rektor III Universitas Islam Indonesia (UII) Abdul Jamil, Kamis (7/5/2015).

Pada peresmian wall climbing UII, ia mengatakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII yang sudah banyak pengalaman mengenai hal itu juga dilibatkan langsung dalam tim pembuatan arena panjat tebing tersebut.

Menurut dia, upaya pembangunan wall climbing tersebut tidak cuma-cuma, mahasiswa juga perlu diajari bentuk tanggung jawab yang baik karena universitas sudah memberikan fasilitas kepada mahasiswa maka harus ada timbal balik terkait dengan itu.

"Rencananya pada 29 Mei 2015 akan diselenggarakan lomba 'wall climbing' untuk tingkat SMA dan umum. Panitia penyelenggara dan pelaksanaannya diserahkan kepada Mapala UII sehingga rasa tanggung jawab itu akan tertanam dalam diri mereka," katanya.

Ia mengatakan upaya UII dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa yang bersifat positif masih terus dilakukan secara intensif.

Bentuk dukungan tersebut bermacam-macam, mulai dari dukungan dalam bentuk akademik, pemberian dana sampai dengan pemberian fasilitas yang memadai.

"Upaya itu memang belum sepenuhnya bisa meng-'cover' semua kegiatan mahasiswa, namun setidaknya satu per satu kegiatan mahasiswa sudah mulai banyak diperhatikan oleh universitas," katanya.

Perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Andi Hirawan mengatakan pembangunan fasilitas latihan panjat tebing itu diharapkan bisa menambah prestasi atlet panjat tebing UII khususnya dan DIY pada umumnya.

"Kami juga mengapresiasi langkah UII dalam rangka mendukung olahraga panjat tebing tersebut dengan cara menyediakan fasilitas yang memadai," katanya.