OKNUM POLISI : Penembakan Dilakukan 3 Kali

17 Mei 2015 13:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Oknum polisi yang menembak warga Puludadi pada Jumat (15/5/2015) ternyata bukan pertama kali.

Harianjogja.com, SLEMAN-Warga Kampung Puluhdadi, Dusun Seturan, Desa Caturtunggal, Depok, Sleman, melaporkan seorang oknum perwira polisi yang menembaki warga. Warga kemudian menggeruduk Mapolda DIY melaporkan tindakan arogan polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang diketahui berinisial TI tersebut.

Warga setempat, Fendi Dwi Pramono, 23, mengaku tengah melintas di jalan dekat rumah oknum polisi itu dengan menggendarai mobil Kijang pikap nopol AD 1801 LL. Namun tiba-tiba ia dikagetkan tembakan yang mengenai mobil yang dikemudikannya. Kebetulan posisi objek tembakan tepat berdekatan dengan rumah oknum tersebut.

Menurut Fendi, ia yakin oknum polisi tersebut adalah pelakunya. Karena tindakan arogan tak hanya dilakukan sekali saja. Peristiwa penembakan pada Jumat (15/5/2015) malam adalah yang ketiga kalinya dan sempat menimpa sejumlah warga lain. Salah satunya mahasiswa yang lewat di samping rumah oknum polisi itu sempat ditembak memakai air soft gun mengenai pinggang.

"Mungkin sambil sembunyi kalau menembak. Sekitar Maret, mahasiswa juga ditembak terkena pinggangnya," kata dia.

Sementara itu Ketua RT 05 Suparmo menambahkan, pihaknya sudah melakukan konfirmasi terhadap AKP TI. Kendati demikian belum ada itikad baik dari yang bersangkutan.

"Itu rumah dia sendiri sudah sekitar tiga tahun tinggal. Jarang srawung dengan tetangga," kata pria yang juga orangtua Fendi ini.

Setelah beberapa kali tindakan koboi oknum tersebut, sejumlah warga merasa takut lewat di jalan dekat rumah AKP TI. Pada Jumat (15/5/2015) malam sekitar 50 orang warga merasa kesal dan emosi kemudian mendatangi Polda DIY. Melaporkan tindakan arogan yang dilakukan oknum anggota polisi.

"Saya tetap ingin merangkul, tapi dia harus bisa merubah sikap. Anak kos banyak yang takut, ini meresahkan," ujarnya.