SABDA RAJA JOGJA : Prabukusumo : Perbedaan Pendapat 180 Derajat

Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo (JIBI/Harian Jogja - Ujang Hasanudin)
26 Mei 2015 13:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sabda Raja Jogja berupa polemik diserahkan kepada masyarakat.

Harianjogja.com, JOGJA-Salah satu adik Sultan HB X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukudumo mengatakan, perbedaan pendapat para rayi dalem (adik-adik Sultan) dengan sultan sudah 180 derajat.

Menurut Prabukusumo, saat ini ia menyerahkan urusan polemik internal Kraton kepada masyarakat dan pemerintah, serta DPR RI untuk ikut urun rembuk (berpendapat) dengan pikiran, dan niat hati yang mulia.

"Insya Allah jadi jelas sesuai konstitusi, karena Kraton dan Puro Pakualaman itu warisan budaya yang dilindungi Undang-Undang," katanya melalui pesan singkat, Senin (25/5/2015) malam.

Gusti Prabu, demikian sapaan akrabnya, berharap semua pihak dapat memahami dan menghormati Undang-Undang itu. Ia menegaskan sikapnya bersama rayi dalem lainnya menolak Sabda Raja dan Dawuh Raja semata-mata menyampaikan kebenaran.

"Prinsipnya kalau beliau [Sultan] kembali ke paugeran, saya jamin kami akan kembali bersama dan pasti lebih baik seperti sebelum Sabda Tama," tegas Guti Prabu.

Polemik Sabda Raja dan Dawuh Raja hingga kini belum ada titik temu. Baik Sultan maupun adik-adiknya dalam beberapa kesempatan masih mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Beberapa adik Sultan yang tinggal di Jakarta sudah menemui Sultan dan menyatakan menolak kedua Sabda yang dikeluarkan Sultan. Mereka adalah GBPH Pakuningrat, GBPH Suryodiningrat, GBPH Suryonegoro, GBPH Hadinegoro, GBPH Suryometaram (kelimannya anak HB IX dari istri KRAy Ciptomurti).

Mereka menemui Sultan sehari sebelum Sultan menjelaskan kedua sabda kepada masyarakat. Kemudian menyusul dua putra putri HB IX dari istri KRAy Pintokopurnomo, yakin GBPH Hadisuryo dan Gusti Bendoro Raden Ayu (GBRAY) Murdokokusumo juga menemui Sultan, Kamis (21/5/2015) lalu. Keduanya juga menyatakan menolak sabda raja dan dawuh raja.

Namun, meski menolak sabda raja dan dawuh raja, GBPH Hadisuryo mengatakan tetap akan mengedepankan persaudaraan demi kesolidan trah HB IX. Ia juga berencana mengumpulkan semua putra putri HB IX yang disebutnya dewan saudara untuk musyawarah dan mencari solusi bersama.