KEKERASAN BANTUL : Dituduh Begal, Pemuda Dikeroyok Massa

Ilustrasi bentrok (JIBI/Solopos - Dok.)
27 Mei 2015 18:24 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Kekerasan Bantul terjadi karena salah paham.

Harianjogja.com, BANTUL-Dituduh begal, AP, 21, pemuda asal Pedukuhan Mayongan, Desa Trimurti
Kecamatan Srandakan dihakimi massa, Selasa (26/5/2015) dini hari.

Beruntung, pihak Polsek Srandakan segera mengamankannya dari amukan massa yang menjadi warga sejatinya masih satu desa dengan korban AP tersebut.

Kapolsek Srandakan Kompol Endang Suprapto menegaskan, dari hasil pemeriksaan, tuduhan begal dari warga itu ternyata tak terbukti. Saat ditemui di Mapolsek Srandakan, Selasa (26/5/2015) siang, dirinya menjelaskan AP yang berada di bawah pengaruh alkohol tidak ada niat untuk membegal.

Dikisahkannya, Selasa (26/5/2015) dini hari, tepatnya di sekitar area penambangan pasir tepi Kali Progo, Desa Trimurti, AP dan kawannya, R,warga Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo mendadak menghentikan truk pasir yang hendak melakukan penambangan. Setelah terlibat adu mulut, supir truk itu pun memilih untuk meninggalkan lokasi penambangan.

Tak lama, kedua pemuda sebaya itu berpapasan dengan sekumpulan pemuda di lokasi tak jauh dari tempat keduanya mencegat truk tersebut. Warga yang mengetahui keduanya menghalangi truk untuk masuk ke area penambangan pun marah. Massa yang berjumlah lebih dari 10 orang itu lantas beramai-ramai menghajar keduanya.

"Beruntung, R berhasil melarikan diri. Tapi tidak dengan AP," akunya.

Kini, pihaknya masih terus memproses kasus tersebut. Jika memang AP tak bersalah, bukan tidak mungkin, massa yang menghajarnya beramai-ramai bisa dikenai pasal penganiayaan dan pengeroyokan.