Ada Kuda Poni, Wisata Baru Pony Park Klaten Hadirkan 80 Spesies Satwa
Pony Park Klaten resmi dibuka 28 Juni 2026. Wisata edukasi satwa interaktif ini menghadirkan lebih dari 80 spesies dan berbagai aktivitas keluarga.
Toto tengah menjaring ikan Nila dari kolam miliknya di Dusun Kabunan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (22/6/2015). (Harian Jogja-Sunartono)
Permintaan ikan nila melonjak di Bulan Ramadan, namun pedagang memilih membatasi penjualan
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah petani ikan jenis nila di Sleman kewalahan menghadapi lonjakan permintaan untuk konsumsi saat Bulan Ramadan.
Ketua Kelompok Tani Ikan, Mina Tani Baru, Dusun Kabunan, Wedomartani, Ngemplak, Toto Winarto mengakui tingginya permintaan nila saat Ramadhan. Jika pada hari biasa transaksi yang ia lakukan hanya berkisar pada angka lima hingga tujuh kuintal, maka saat ini tembus di atas satu ton khusus ikan nila.
"Ada peningkatan permintaan antara tiga sampai lima kuintal perharinya," ungkapnya di kolam ikan miliknya Senin (22/6/2015).
Meski terjadi peningkatan permintaan namun ia tidak akan menaikkan harga. Kisaran harga konsumen ia layani pada angka Rp24.000, sedangkan kebutuhan pedagang ia melayani dengan harga Rp22.000 perkilogramnya. Dengan demikian ia bisa memperoleh omzet minimal Rp22 Juta perharinya, khusus untuk ikan nila.
Para konsumen nila sebanyak satu ton perhari itu, lanjut Toto, terdiri dari 50% merupakan pedagang dan 50% konsumen rumah tangga. Pada bulan Ramadan ini, menurutnya semakin banyak perorangan yang secara langsung membeli ke kolamnya.
"Kalau saya memang khusus spesialis nila, banyak yang jemput bola, pagi-pagi sudah datang. Sehingga cepat sekali habisnya," ujar pria yang juga mengembangkan mina padi ini.
Hal yang sama juga dirasakan Agnes, seorang petani ikan yang melayani grosir nila di Dusun Karang, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Transaksi nila saat Bulan Ramadan cukup menyenangkan bagi dia. Untuk tempat usahanya, jika pada hari biasa hanya berada pada angka 2,5 sampai tiga kwintal perharinya, tapi saat ini telah berada pada angka lima kwintal.
"Kalau saya kebetulan hanya melayani grosir harganya Rp24.000 perkilogramnya. Meningkat banyak permintaan," imbuhnya.
Tingginya permintaan ikan nila pada bulan Ramadan direspon secara bijak oleh pedagang dan peternak ikan di Sleman. Toto Winarto ia mengutamakan kebutuhan di kemudian hari, mengingat stok nila beberapa di antaranya masih mengimpor dari Jawa Tengah.
Jika ia terus menambah kebutuhan ikan agar bisa melayani banyak permintaan terutama pelanggan baru, dikhawatirkan merusak pangsa pasar. "Kalau permintaan itu terus dilayani, nanti di saat stok berkurang, nanti pelanggan saya tidak terlayani, jadi saya batasi hanya satu ton saja," ungkapnya, Senin (22/6/2015).
Dalam keseharian untuk memenuhi kebutuhan pasar Nila di Sleman, ia mengambil dari petani di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri serta waduk di Boyolali. Kenaikan harga bergantung pada harga yang ditentukan di tempat petani ikan di Jawa Tengah itu.
"Terakhir naik sekitar bulan Februari [2015] itu, naiknya hanya Rp500 itu karena dari waduk naik. Kalau sampai lebaran perkiraan saya kok tidak naik lagi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pony Park Klaten resmi dibuka 28 Juni 2026. Wisata edukasi satwa interaktif ini menghadirkan lebih dari 80 spesies dan berbagai aktivitas keluarga.
Belanda menang 5-1 atas Swedia di Piala Dunia 2026. Ribuan warga Ambon rayakan kemenangan bersama Dubes Belanda.
Gunungkidul terapkan pidana kerja sosial, 3 terpidana jalani hukuman sebagai petugas kebersihan sesuai KUHP baru.
Pemadaman listrik di Jawa tekan industri baja hingga kehilangan produksi 1.200 ton akibat gangguan operasional pabrik.
Said Iqbal ungkap ribuan buruh terancam PHK di Mojokerto hingga Bandung akibat krisis industri dan geopolitik global.
Wamenpar minta Dieng siap sambut libur sekolah 2026 dengan layanan, keselamatan, dan pengelolaan wisata berkualitas.