Advertisement
WISATA SLEMAN : Bukit Turgo Jadi Kampung Bambu

Advertisement
Wisata Sleman bertambah dengan keberadaan Bukit Turho sebagai kampung bambu.
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan kawasan bukit turgo di lereng Gunung Merapi, Desa Purwobinangun, Pakem sebagai kampung wisata bambu dengan unggulan berbagai jenis tanaman bambu.
Advertisement
"Kami targetkan pada 2016 pengunjung di kampung wisata bambu Turgo sudah dapat melihat keanekaragaman jenis tanaman bambu di lereng Merapi," kata Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto, Sabtu (4/7/2015).
Menurut dia, pihaknya telah mulai melakukan penanaman bibit-bibit bambu di kawasan bukit Turgo sejak 2014 dan diharapkan setelah dua tahun ditanam, bibit bambu sudah tumbuh besar.
"Tetapi sampai saat ini kami juga masih terus melakukan penambahan populasi tanaman bambu. Salah satunya seperti jenis bambu Cendani. Jadi nanti di sana, pengunjung akan dapat menemui berbagai macam jenis bambu," ujarnya.
Ia mengatakan, alam pengembangan kampung wisata bambu Turgo ini, pihaknya juga akan menggandeng pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
"Di kawasan bukit Turgo ada hutan yang menjadi wilayahnya TNGM juga. Jadi nanti akan koordinasi secara periodik dengan TNGM," ucapnya.
Rofiq mengatakan, dijadikannya Dusun Turgo ini menjadi kampung wisata bambu, salah satunya agar perekonomian warga sekitar bisa ditingkatkan. Daerah yang pernah terkena dampak erupsi Merapi pada letusan 1994 ini sebelumnya juga pernah dikembangkan menjadi perkebunan teh.
"Sekitar 15 tahun silam, pernah kami kembangkan menjadi daerah penghasil teh. Seluas dua hektare lahan milik warga dulu ditanami. Tetapi gagal, tidak berkembang. Padahal, jika dilihat dari lokasi maupun ketinggiannya, sangat cocok untuk pengembangan tanaman teh. Sampai kini pun teh masih dapat ditemui di sana, hanya di kebun-kebun rumah milik warga saja dan untuk konsumsi sendiri," paparnya.
Salah satu warga Dusun Turgo Musimin mengatakan, tanaman-tanaman jenis bambu memang sudah dikembangkan oleh masyarakat.
"Untuk mencukupi kebutuhan, kami juga kembangkan tanaman bambu. Biasanya kalau sudah melimpah dan umurnya cukup, kami panen," tambahnya.
Ia mengatakan, Dusun Turgo memang wilayah yang cukup mudah untuk berkembangnya berbagai jenis tanaman. Apalagi, ada lapisan tanah yang merupakan material erupsi Merapi yang terjadi 1994. Menambah tingkat kesuburannya.
"Kalau pengunjung atau wisatawan, juga sudah ada yang mulai datang, menikmati alam, menginap di sini. Pengunjung yang datang selalu disajikan minuman teh dari hasil tanamannya di kebun. Selain itu juga bisa menikmati berbagai jenis tanaman yang ada, terutama yang merupakan endemik Merapi, seperti anggrek vanda tri color, sarangan, gondang, pasang putih dan merah, dan masih lebih dari 40 jenis tanaman endemik lainnya lagi. Tanaman itu pun banyak manfaatnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal dan Tarif DAMRI ke Bandara YIA, Minggu 31 Agustus 2025
- Seniman dan Budayawan Jogja Gelar Doa Bersama untuk Affan Kurniawan
- Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Minggu 31 Agustus 2025
- Jadwal DAMRI Jogja Semarang PP, Minggu 31 Agustus 2025
- Sri Sultan HB X Minta Pejabat Empan Papan dan Tak Memamerkan Gaya Hidup
Advertisement
Advertisement