PENIPUAN DI JOGJA : TNI Gadungan Gunakan Facebook untuk Menipu

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
23 Juli 2015 16:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Penipuan di Jogja dilakukan TNI gadungan yang melancarkan aksinya melalui media facebook

Harianjogja.com, SLEMAN - Daryo, 30, warga Sumenep, Madura mengaku sebagai oknum anggota TNI dilaporkan oleh Ida, 28, asal Jogja belum lama ini. Pelaku membawa kabur mobil yang direntalkan korban dengan mengajak bertemu di sebuah hotel setelah berkenalan melalui facebook.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Alexander Putra menjelaskan, tindak pidana penipuan dan penggelapan itu berawal saat tersangka yang kini masih buron berkenalan dengan korban melalui situs jejaring sosial facebook.

Saat berkenalan, pelaku mengaku sebagai anggota TNI asal Sumenep, Madura. Korban yang berhasil dirayu pun mulai intensif berkomunikasi. Bahkan korban bersedia untuk bertemu di Jogja pada 16 Juni 2015 lalu.

Pelaku, lanjutnya, meminta korban menyewakan sebuah kamar hotel di Jogja sekaligus merentalkan mobil Honda Brio AB 1438 AJ. "Korban menuruti permintaan pelaku dan minta disewakan hotel, keduanya pun bertemu," terangnya Rabu (22/7/2015).

Setelah bertemu, pelaku sempat mengajak korban berjalan-jalan keliling Jogja. Selanjutnya mengantar korban yang akan berangkat kerja menggunakan mobil rental tersebut. Meski demikian, setelah itu pelaku kabur bersama mobil yang dirental. Bahkan nomor ponsel tidak bisa dihubungi. "Kemudian melapor ke kami dan melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Setelah mendapat laporan korban, lanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan barang bukti mobil yang dibawa kabur pelaku di daerah Sumenep. Mobil tersebut ditemukan di rumah teman pelaku yang juga seorang anggota TNI, kebetulan masih satu kampung dengan pelaku.

Mobil diserahkan kepada temannya sebagai jaminan, karena pelaku meminjam motor Kawasaki Ninja. Setelah diberikan penjelasan, mobil tersebut lalu disita petugas untuk dibawa ke Mapolsek Ngaglik.

Alex menambahkan, pihaknya sempat meminta keterangan para tetangga pelaku di Sumenep. Hasilnya pelaku memang kerap menggunakan seragam TNI AU. Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan bahwa pelaku merupakan oknum anggota TNI. Orangtua pelaku saat dimintai keterangan selalu berbelit-belit.

Dari hasil pemeriksaan korban, pelaku sempat mengaku kehilangan Kartu Tanda Anggota (KTA). "Pelaku tidak ada di rumah, orangtuanya mengaku tidak tahu. Tapi info terakhir berada di Bali saat ini dalam pengejaran," kata dia.