Agar Tak Impor Beras, Bulog DIY Kejar Target 20.000 Ton

Seorang pekerja menata beras bulog pengadaan kuartal kedua tahun 2015 di Gudang Bulog Sub Divisi Regional Malang-Pasuruan, Gadang, Malang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2015). Persediaan beras menjelang bulan Ramadan untuk wilayah Malang-Pasuruan dinyatakan aman hingga lima bulan ke depan dengan stok mencapai 25.000 ton. (JIBI/Solopos/Antara - Ari Bowo Sucipto)
28 Juli 2015 16:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Impor beras akan diantisipasi Bulog DIY dengan pengadaan beras sebanyak 20.000 ton

Harianjogja.com, JOGJA—Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY tengah mengejar  target serapan beras sebanyak 20.000 ton dalam kurung waktu dua bulan.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Langgeng Wisnu Adi Nugroho mengungkapkan, Pemerintah Pusat menetapkan target untuk menyerap beras sebanyak dua juta ton dalam kurun waktu dua bulan mulai dari 16 Juni 2015. Seharusnya, batas akhir serapan 18 Agustus 2015  namun, diundur menjadi awal September 2015.

“DIY mendapatkan target untuk bisa menyerap 20.000 ton. Tujuannya, agar tidak ada lagi impor beras,” ujar dia kepada Harian Jogja di Kantor Perum Bulog Divre DIY, Jogja, Senin (27/7/2015).

Langgeng mengungkapkan, dari target tersebut, Perum Bulog Divre DIY sudah menyerap 9.700 ton atau sekitar 49% dari target keseluruhan. Ia mengaku optimistis target tersebut bisa terpenuhi jika melihat rerata serapan setiap harinya yakni 400 ton. Jika dihitung, dalam 60 hari kerja, serapan beras setiap hari harusnya minimal 334 ton agar pas 20.000 ton sampai dengan deadline.

“Jika kondisi serapan seperti waktu-waktu  kemarin, kami optimistis bisa mencapai target. Ditambah lagi belum semua penyalur kontrak yang menyetorkan berasnya,” ujar dia.

Ia mengatakan, ada sedikit kekhawatiran karena kondisi cuaca kemarau yang sedang terjadi. Menurutnya, jika kemarau berlangsung lama, maka musim tanam padi kedua bisa terganggu. Selain itu, tanpa air, tanaman padi tidak akan bisa tumbuh dengan maksimal.

Langgeng menambahkan, sejauh ini (dari 1 Januari 2015), serapan beras oleh Perum Bulog Divre DIY sudah mencapai 32.689 ton atau 59% dari target. Ia menyebutkan, target serapan beras tahun ini sebesar 55.000 ton. Sedangkan besar kontrak beras tahun ini mencapai 33.986 ton.

Beras-beras tersebut sebagian sudah didistribusikan untuk raskin selama Januari-Juli 2015. Setiap bulannya, Perum Bulog Divre DIY menyalurkan 4.325 ton untuk raskin.

“Saat ini stok beras yang ada di gudang kami sebanyak 24.370 ton. Jumlah tersebut bisa untuk penyaluran raskin hingga 5,6 bulan ke depan,” ujar dia.

Langgeng mengungkapkan, warga tidak perlu khawatir dengan kualitas beras Bulog. Ia menjamin beras yang didistribusikan memiliki kualitas yang baik karena merupakan hasil  panen dari tahun yang sama. Hasil panen pada 2015  juga disalurkan untuk 2015.