KEKERINGAN DI KULONPROGO : Warga Mulai Ajukan Bantuan Air Bersih

29 Juli 2015 19:20 WIB Kulonprogo Share :

Kekeringan di Kulonprogo menyebabkan warga mulai mengajukan bantuan air bersih

Harianjogja.com, KULONPROGO – Beberapa dusun di Kecamatan Girimulyo mulai mengajukan proposal permintaan dropping air bersih. Lima unit truk tangki air disiapkan untuk mendistribusikan air bersih di sejumlah wilayah yang membutuhkan air guna keperluan rumah tangga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Untung Waluyo mengungkapkan, titik kekeringan pada tahun ini belum terlalu signifikan. Namun, ada lima unit truk tangki air yang disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang membutuhkan.

“Dua unit diantaranya dari PDAM, lalu tiga unit masing-masing dari Dinas Sosial yakni Tagana, BPBD dan PMI. Nantinya truk tangki ini akan dioperasikan segera, setelah permintaan air benar-benar mendesak,” ujar Untung, Selasa (28/7/2015).

Selama puasa lalu, dropping air bersih telah mulai dilakukan. Namun, sasaran distribusi air bersih adalah untuk memenuhi kebutuhan tempat-tempat ibadah.  Sebagian besar disalurkan ke wilayah Kokap, seperti Dusun Plampang I dan Plampang II, Sengir dan Kalibuko.

Usai Lebaran, permintaan air mulai banyak datang dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Data dari BPBD Kulonprogo, paskalebaran ini sudah masuk sejumlah proposal permintaan dropping air. Sebagian besar proposal yang masuk berasal dari Kecamatan Girimulyo dan ada sekitar tujuh dusun.

“Dari tujuh itu, ada beberapa yang sedang diproses untuk segera disalurkan air bersih,” ungkap Untung.

Meski diprediksi titik kekeringan akan bertambah karena adanya musim kemarau panjang. Namun, upaya dropping air diprediksi akan berkurang. Untung memaparkan, adanya pengembangan pipa jaringan air bersih baru di sejumlah wilayah, turut mengurangi agenda dropping air di musim kemarau.

“Selain itu, kami juga membangun instalasi untuk memompa dan menyalurkan air bersih di wilayah-wilayah yang memiliki potensi sumber mata air. Program tersebut sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Harapannya, dropping air bisa dikurangi,” jelas Untung.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Binangun Jumantoro menambahkan, upaya pembangunan instalasi jaringan pipa air bersih terus dilakukan. Diresmikannya jaringan pipa air bersih di Dusun Clapar I dan Clapar II, Kokap, setidaknya telah bertambah 188 pelanggan baru.

Jumantoro mengungkapkan, bantuan pemasangan jaringan pipa air bersih secara gratis bagi warga kurang mampu masih akan terus diberikan. Setidaknya, ada 48 pelanggan baru yang mendapatkan pemasangan instalasi jaringan air bersih gratis yang dibiayai dari anggaran APBD maupun APBN.

“Sedangkan di Kalirejo ada 78 pelanggan baru. Kami harap program ini mampu mengurangi droping air bersih dengan mobil tangki,” tandas Jumantoro.