PERTANIAN KULONPROGO : Aman Dari Kekeringan

31 Juli 2015 02:20 WIB Kulonprogo Share :

Pertanian Kulonprogo terselamatkan dari bencana kekeringan.

Harianjogja.com, KULONPROGO– Memasuki musim kemarau, tanaman pangan di Kulonprogo aman dari bencana kekeringan. Awal Agustus nanti saluran irigasi di Kalibawang dibuka dan musim tanam baru siap dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono mengungkapkan, panen baru saja selesai, sehingga ancaman kekeringan dapat diantisipasi. Dia mengatakan, saat ini memasuki musim tanam ketiga (MT3), jenis tanaman yang ditanam petani adalah jenis palawija.

“Kondisi di lapangan belum ada dampak kekeringan terhadap tanaman pangan di Kulonprogo. kebanyakan petani saat ini memanfaatkan sumur air tanah dangkal, sehingga kebutuhan hari masih mencukupi,” ujar Bambang, Kamis (30/7/2015).

Bambang mengatakan, meski musim kemarau tiba, namun masyarakat belum melaporkan adanya kekeringan di lahan mereka. Dia memastikan, kebutuhan air untuk tanaman pangan masih sangat cukup. Apalagi, tepat tanggal 1 Agustus nanti, saluran irigasi di Kalibawang akan dibuka kembali. Aliran air pada irigasi tersebut nantinya akan siap mengaliri areal pertanian di tujuh kecamatan.

“Harapannya, dibukanya irigasi di Kalibawang tepat waktu. Agar pengolahan tanah sesuai dengan rencana,” jelas Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, lahan yang akan dialiri irigasi dari Kalibawang kurang lebih akan mengaliri sekitar 4.000 hektare sampai 4.500 hektare. Selain itu, di awal Agustus saluran irigasi di Bendungan Sapon juga akan dibuka. Saluran irigasi tersebut nantinya akan mengaliri areal persawahan di wilayah Galur, Lendah dan Panjatan. Lahan yang akan teraliri air di wilayah tersebut kurang lebih mencapai 2.000 hektare.

“Kalau irigasi dibuka sesuai jadwal, maka tidak aka nada kekeringan. Jadi lahan tanaman pangan akan aman dari kekeringan,” tandas Bambang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sidodadi Bingat Sudiyanto menambahkan, saat ini kekeringan dipastikan tidak akan mengancam lahan pertanian di Desa Sidomulyo, Pengasih. Pasalnya, desa tersebut memiliki sumber air Bogaham yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Sumber air di desa tersebut dinilai sangat cukup untuk mengairi tanaman pangan.

Bingat mengatakan, saat ini musim tanam ketiga, di mana petani mulai menanam tanaman-tanaman palawija. Di antaranya seperti jagung, kedelai dan kacang-kacangan. “Kalau palawija tidak terlalu membutuhkan banyak air. Jadi, sumber air di desa kami sangat cukup untuk menyirami tanaman di musim kemarau ini,” imbuh Bingat.