PERIKANAN KULONPROGO : Pondok Pesantren Didorong Budidaya Ikan Lele

31 Juli 2015 22:25 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Perikanan di Kulonprogo melibatkan pondok pesantren

Harianjogja.com, KULONPROGO – Peran pondok pesantren dalam budidaya ikan air tawar dinilai dapat mendorong produktivitas sektor perikanan tersebut. Didukung dengan teknologi budidaya yang ada, diharapkan produktivitas ikan air tawar di Kulonprogo meningkat.

Program Iptekmas Budidaya Lele melalui Aplikasi Vaksin dan Probiotik oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, diklaim dapat mendorong produktivitas budidaya ikan air tawar, khususnya ikan lele.

Program Kaji Terap Iptekmas Budidaya Lele telah dijalankan di dua pondok pesantrem di Kulonprogo, yakni Pondok Pesantren Darul Al-Fallah di Desa Ngargosari, Samigaluh dan Ponpes Al-Miftah di Desa Jatisarono, Nanggulan.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Triyono mengungkapkan, masih banyak pondok pesantren di Kulonprogo yang dapat dijadikan sasaran program tersebut.

“Masih banyak pondok pesantren yang lain yang siap menerima kegiatan serupa. Jika nantinya kegiatan ini berlangsung secara berkelanjutan. Setidaknya, di Kulonprogo ini ada sekitar 40 pondok pesantren yang bisa dijadikan tempat kajian,” ujar Triyono, Rabu (29/7/2015).

Triyono berharap, melalui program tersebut ke depan dapat membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Bahkan, bagi pondok pesantren diharapkan program ini turut mendorong perekonomian, baik bagi warga pondok maupun amsyarakat sekitarnya.

Lebih lanjut Triyono menambahkan, berdasarkan data dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, luas lahan yang dimanfaatan untuk budidaya perikanan air tawar oleh masyarakat mencapai 56,59 hektare untuk luas kolam dan luas tambak mencapai 53 hektare.

Pada tahun 2013, lahan tersebut telah menghasilkan produksi ikan sebanyak 13.595,6 ton. Sedangkan, pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebanyak 14,3 ton.

“Peningkatan produksi ikan sangat tinggi dan hal ini cukup membanggakan,” imbuh Triyono.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Achmad Poernomo menambahkan, temu lapang tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Iptekmas Budidaya lele di Kulonprogo.

“Salah satu tugas kami adalah meningkatkan produktivitas perikanan budidaya. Termasuk budidaya ikan lele, melalui kegiatan penelitian dan pengembangan,” jelas Achmad.