PILKADA GUNUNGKIDUL : PKS Kecewa dengan Badingah, Ada Apa?

Badingah dan Immawan Wahyudi saat melakukan upacara perpisahan di bangsal Sewokoprojo, Senin (27/7 - 2015). (Harian Jogja/David Kurniawan)
03 Agustus 2015 16:21 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Pilkada Gunungkidul diikuti oleh incumbent Bupati Badingah, namun PKS yang dahulu mendukung, kini berbalk arah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kekecewaan terhadap kepemimpinan Badingah, akhirnya membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Gunungkidul memilih untuk menjadi melawan Badingah pada Pilkada 2015.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Gunungkidul, Ari Siswanto menjelaskan bahwa Kabupaten Gunungkidul di bawah pemerintahan Badingah disebut tidak mengalami kemajuan berarti.

Selain itu, 40 catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dianggap menjadi indikator adanya kesalahan kepemimpinan dari Badingah selaku pucuk pimpinan.

Sebagai salah satu partai yang mewujudkan kemenangan pasangan Sumpeno-Badingah [kemudian, Sumpeno selaku Bupati meninggal dunia di tengah kepemimpinan, lalu digantikan oleh Badingah], PKS merasa dikecewakan.

"Banyak program-program merakyat yang justru dikesampingkan oleh Badingah. Salah satunya adalah program satu kepala keluarga, satu kolam, sepeninggal Sumpeno, program ini seakan hanya menjadi impian semata setelah tak pernah dijamah oleh Badingah, padahal program itu sangat mendukung perekonomian masyarakat," paparnya, Minggu (2/8/2015).

Program-program lainnya, lanjut Ari juga kerap dilewati oleh Bupati, seperti gagal lelang tiap tahun di Dinas Pendidikan serta mega proyek pembangunan pelabuhan. Untuk rencana pembangunan pelabuhan ini disebut Ari hingga saat ini tak ada perkembangan sama sekali. Sebetulnya, pihaknya tidak mempermasalahkan seandainya proyek pembangunan pelabuhan gagal, namun sayangnya, perkembanganpun tidak terlihat.

Ke depan, untuk mengantisipasi masalah yang sama PKS saat ini telah merancang kontrak politik dengan calon bupati dan wakil bupati usungan mereka, Subardi Tomo Suwito dan Wahyu Purwanto.

Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan CabangĀ  Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gunungkidul, Sukrisno menjabarkan alasan PAN dan koalisi mengusung Badingah sebagai calon bupati dan Immawan Wahyudi sebagai wakil, karena partai menilai bahwa mereka berdua adalah pasangan yang dianggap paling tepat menjadi pemimpin Gunungkidul