ENERGI ALTERNATIF : PLN Garap Limbah PLTU Batubara Jadi Semen

02 Februari 2016 22:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

Anergi alternatif seperti PLTU memiliki manfaat lain.

Harianjogja.com, BANTUL-Limbah sisa pembakaran Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Batubara berupa Fly Ash-Bottom Ash atau FABA mencapai 3 juta ton per tahun. Agar limbah dapat bernilai ekonomis dan dapat mengurangi risiko perusakan lingkungan mengingat limbah ini masuk dalam kelompok Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), PT PLN Persero bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berupaya mengolah limbah ini menjadi semen.

Direktur Human Capital Management (HCM) PT PLN (Persero) Muhammad Ali mengatakan, Indonesia memiliki banyak pembangkit batu bara. Limbah pembakaran berupa FABA harus dimanfaatkan agar tidak banyak merugikan lingkungan.

“Seperti untuk membuat batako atau batu bata ringan, campuran semen atau beton, campuran jalan tol dari beton, campuran wash water treatment,” jelasnya di sela-sela Seminar Pemanfaatan FABA di kantor PLN Area Jogja, Senin (1/2/2016) pagi.

Mengingat limbah ini berbahaya maka peran KLH adalah menentukan syarat-syarat atau standar agar tingkat B3 dalam FABA dapat dinetralisir dalam jumlah tertentu. Misalnya, kata Ali, untuk membuat batako, FABA yang digunakan tidak 100% dapat dibuat komposisi 60:40 dengan semen sebagai campurannya.

Menurut Ali, terobosan ini mendapat dukungan penuh dari KLH mengingat semakin ke depan pemanfaatan batubara semakin banyak sehingga limbah yang dihasilkan pun juga meningkat. Dalam setahun, setidaknya dari 30 juta ton batu bara yang digunakan untuk penggerak PLTU Batubara, dihasilkan sebanyak 3 juta ton limbah.
Maka jika limbah FABA dapat dimanfaatkan menjadi batako dan bahan bangunan lainnya, tentu mampu mendukung program pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan pemerintah. Seperti pembangunan jalan maupun perkantoran.

“PLN sendiri yang ada di Suralaya, Ombilin, Asam-asam sudah memanfaatkan FABA untuk lingkungan internal kita yaitu dengan membuat conblok,” ujarnya.

Sementara Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLH dan Kehutanan Sayid Muhadar menyampaikan, untuk pembuatan beton, FABA mampu mensubstitusi semen hingga 10- 20% sehingga hal ini mampu mengurangi pengerukan gunung.

“Ini tugas kami untuk menyampaikan pada pemerintah bahwa FABA mampu memberikan substitusi untuk semen,” jelasnya.

Inovasi ini menurutnya sangat mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo tentang program pembangunan 35.000 MW kelistrikan. Para pemangku kepentingan perlu bergerak cepat untuk merespon inovasi ini karena setidaknya manfaat pengelolaan limbah FABA mampu memutar uang sampai Rp1,5 triliun.

“FABA berpotensi memutar uang sampai Rp1,5 triliun,” tegasnya.