PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Sekeluarga Gafatar Asal Kulonprogo Sempat Diprotes Warga

Kondisi warga eks Gafatar saat tiba di penampungan Balai Besar Latihan Ketransmigrasian (Balatrans) DIY di Jalan Tridadi, Sleman, Selasa (2/2/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI - Harian Jogja)
02 Februari 2016 19:21 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Pemulangan anggota Gafatar asal Kulonprogo sempat diprotes warga

Harianjogja.com, KULONPROGO - Satu keluarga anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang pulang ke Kulonprogo sempat diprotes warga.

Tri Wahyudi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kulonprogo menjelaskan bahwa pemulangan satu keluarga mantan anggota Gafatar yakni pasangan Saropi dan Sutijem serta kedua anaknya ke Desa Donomulyo, Nanggulan pada Sabtu (30/1/2016) lalu sempat mendapat protes dari warga.

Hal ini karena warga merasa keberatan atas kedatangan Saropi yang sebenarnya merupakan warga Magelang. “Harus dijelaskan bahwa mereka merupakan satu kesatuan keluarga hingga warga berusaha mengerti,” ujar Tri, Selasa (2/2/2016).

Terkait dengan penghidupan sekeluarga mantan anggota Gafatar tersebut, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo telah mengimbau agar perangkat desa setempat memantau kemungkinan adanya lapangan pekerjaan bagi warga tersebut.

“Jika belum ada, paling tidak ikut pelatihan-pelatihan dulu saja,” ujarnya.

Ini dimaksudkan agar warga tersebut segera memiliki kemampuan yang dibutuhkan begitu ada lapangan pekerjaan yang tersedia.

Dijelaskan bahwa sebelumnya Saropi sempat berprofesi sebagai supir sebelum akhirnya bertani di Kalimantan. Ketrampilan ini diharapkan akan mampu menopang ekonomi keluarganya di Kulonprogo mendatang.