UNPK KULONPROGO : Semangat Warga Meningkat, Penyelenggara Ujian Kesetaraan Malah Berkurang

09 Februari 2016 14:54 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

UNPK Kulonprogo tahun ini berkurang kuota peserta karena penyelenggara berkurang

Harianjogja.com, KULONPROGO- Ada perubahan syarat untuk penyelenggaraan Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK) 2016.

Perubahan aturan itu yakni hanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang boleh menyelenggarakan UNPK tahun ini. Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sudah tidak menjadi penyelenggara seperti tahun kemarin.

Kepala seksi pendidik dan tenaga kependidikan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo,Tatik Susilowati mengugnkapkan penyelenggara UNPK di Kulonprogo pun otomatis berkurang dibanding tahun lalu.

“Tahun lalu ada 19 lembaga dengan total peserta 479 orang. Tahun ini hanya 16 lembaga dengan total peserta 378 orang,” ungkap Tatik, Senin (8/2/2016).

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo, Tutik Sriyani, menilai kesadaran masyarakat akan pentingnya melanjutkan pendidikan meski melalui jalur nonformal semakin tinggi. Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan meningkatnya kehadiran peserta UNPK pada 2015 lalu.

Menurut Tutik, masyarakat semakin percaya jika pendidikan bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik. “Tahun kemarin yang tidak hadir sekitar 10 persen, termasuk kemajuan karena sebelumnya sampai 25 persen,” ucap dia.

UNPK dilaksanakan bersamaan dengan Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan sekolah formal. Hanya saja waktu pelaksaannya bukan pada pagi hari seperti UN umumnya, melainkan siang hingga sore.

Kebijakan tersebut menyesuaikan kondisi para peserta yang kebanyakan sudah bekerja atau sibuk dengan kewajiban lain, seperti mengurus rumah tangga.