KOMUNITAS ROBOT : Baru 21 Sekolah di DIY yang Punya Komunitas Robot

Kepala BTKP Singgih Raharjo saat memberikan kenang-kenangan secara simbolis bagi perwakilan guru robotika usai Peresmian dan Pembinaan Komunitas Robotika BTKP DIY di Kantor BTKP, Rabu (10/2/2016). (Joko Nugroho/JIBI - Harian Jogja)
11 Februari 2016 12:54 WIB Jogja Share :

Komunitas robot di sekolah sudah dibentuk di 21 sekolah di DIY

Harianjogja.com, JOGJA – Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki julukan kota pendidikan baru memiliki 21 sekolah yang memiliki komunitas robotika. Hal ini merupakan hasil pemetaaan Balai Teknologi dan Komunitas Pendidikan (BTKP) DIY.

Menurut Kepala BTKP DIY, Singgih Raharjo mengatakan telah melakukan pemetaan di sekolah-sekolah di DIY dan baru ada 21 komunitas robotika. Meskipun baru 21 komunitas, namun mereka cukup aktif melakukan kegiatan terkait robotika.

“Komunitas robotika tingkat sekolah ini sangat penting untuk dikembangkan. Makanya kami akan segera memberikan pembinaan intensif bagi 21 komunitas robotika tingkat sekolah ini di DIY ini,” kata Singgih usai Peresmian dan Pembinaan Komunitas Robotika BTKP DIY di Kantor BTKP, Rabu (10/2/2016).

Pria berkacata itu menuturkan jika pendampingan komunitas robotika ini sangat dibutuhkan. Sebanyak 21 komunitas ini tidak hanya berasal dari sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK) saja, mereka juga berasal dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Pembinaan ini akan diarahkan kepada guru dan siswa. Guru menjadi sentral karena mereka yang mentransfer ilmunya pada siswa,” kata Singgih

Singgih menambahkan di DIY sendiri sudah sangat banyak kegiatan robotika. Salah satunya lomba tahunan robotika antar sekolah yang diadakan di Kabupaten Sleman.

Ia berharap kantor BTKP DIY mampu menjadi tempat rujukan bagi para komunitas robotika pelajar yang ingin melakukan kegiatan. BTKP bahkan berencana akan menyediakan fasilitas pertemuan komunitas sebanyak 10 kali dalam setahun.

“Pembiayaan semua berasal dari APBD DIY. Namun kami juga bekerja sama dengan pihak swasta, seperti Intel Indonesia yang telah menyediakan prosesor pengembangan robotika,” jelas Singgih.

Selain pengembang robotika, mulai 2016, BTKP juga membentuk sembilan komunitas lainnya, yakni pengembang game edukasi, pengembang IOS, pengembang aplikasi android, lektora, komunitas film pendek, fotografi, komunitas guru pengguna teknologi dalam mengajar, pengembang microsoft dan komunitas animasi.