Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Miras oplosan terus ditekan peredarannya.
Harianjogja.com, BANTUL- Peredaran minuman keras (miras) di Bantul tersebar di 17 kecamatan. Pesisir selatan Bantul ditengarai sebagai sentra peredaran minuman keras (miras) di Bantul. Miras oplosan sebelumnya menelan 26 korban jiwa, termasuk warga Bantul.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Hermawan Setiaji menyampaikan, penjualan miras secara ilegal sejatinya sudah tersebar di 17 kecamatan di Bantul, kendati paling banyak ditemukan di pesisir selatan. Selama ini petugas kesulitan memberantas masalah ini.
Pertama karena penjualan barang haram itu dilakukan secara tertutup.
"Dapat miras mudah kalau sudah langganan. Mereka terbuka hanya ke pelanggan saja," lanjutnya. Selain itu, para penjual juga pintar menyembunyikan barang dagangannya, Kamis (11/2/2016)
Puluhan botol miras kerap disembunyikan di luar rumah.
"Kebanyakan justru disimpan di halaman rumah bukan di dalam. Itu cara mengelabui petugas," imbuh dia.
Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno menyatakan polisi kini menggelar razia besar-besaran untuk memberantas miras ilegal.
Banguntapan sebelumnya menjadi salah satu lokasi tewasnya korban miras oplosan. "Kami sekarang enggak cuma menyasar penjual eceran tapi juga distributornya," kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 5 Juni 2026 didominasi udara kabur dan berawan. Simak prakiraan lengkap untuk Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkid
Budi daya ternak ayam kampung super atau jowo super (joper) diyakini bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.