SANTRI KERACUNAN : Kepala Pusing, Badan Gatal-gatal, Wajah Memerah...

Sejumlah santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Quran Yatim Nurani Insani dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (12/2/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI - Harian Jogja)
12 Februari 2016 20:21 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Santri keracunan diduga terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Quran Yatim Nurani Insani, Jumat (12/2/2016).

Harianjogja.com, SLEMAN- Sekilas tak ada yang aneh dari menu sarapan pagi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Quran Yatim Nurani Insani, Jumat (12/2/2016).

Usai sarapan, dalam waktu tiga puluh menit, puluhan santri dilarikan kerumah sakit. Mereka diduga mengalami keracunan makanan.

Waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB. Seperti biasa, para santri di Ponpes yang berada di jalan Wates Km8, Sumber Gamol, Balecatur, Gamping, Sleman itu mulai bergegas menuju ruang makan.

Sekilas tak ada yang aneh dari menu sarapan pagi saat itu. Ikan tongkol asap, nasi putih ditambah kuah sayur buncis menjadi menu andalan saat itu.

Satu persatu, masing-masing santri mengambil menu tersebut kemudian menyantapnya. Termasuk Arifin, siswa kelas 7 di MTs Masyitoh Gamping. Usai sarapan, remaja berusia 14 tahun itu bergegas pergi ke sekolah bersama teman-temannya.

Tiga puluh menit berlalu, usai sarapan, keanehan mulai menjangkiti para santri. Mereka merasa pusing-pusing. Sebagian mengaku mual-mual.

Ada yang melaporkan masalah tersebut ke pimpinan Ponpes, namun sebagian santri menilai itu hal yang biasa. Merekapun bergegas ke sekolahnya masing-masing, baik SD, SMP/MTs, MA/SMK. Ada yang diantar mobil antar jemput sekolah, naik sepeda pancal atau menggunakan sepeda motor.

“Selama dalam perjalanan [ke sekolah] sebenarnya sudah pusing. Wajah sudah merah-merah. Tapi masih ditahan, lesu,” cerita Arifin saat dirawat di RS PKU Muhamadiyah Gamping.

Pukul 07.00 WIB, tak tahan dengan kondisi tersebut, bersama beberapa taman-temannya Arifin pun dibawa ke PKU. Satu persatu, teman-teman Ponpes Arifin dari sekolah lainnya juga berdatangan. Total sebanyak 53 santri yang ditangani. Dua santri masih duduk di SD, tiga santri berstatus pelajar MA/SMK dan sisanya masih mengenyam pendidikan di SMP/MTs.

Awalnya, mereka tidak sadar sedang keracunan makanan. Yang dirasakan saat itu hanya tidak kuat menahan sakit di kepala, gatal-gatal dikulit, bahkan ada yang mual-mual yang dideranya.

Mereka langsung dibawa masuk ke ruang unit gawat darurat untuk ditangani. Sebab, sebagian besar santri yang datang kondisinya sudah lemah. “Saya langsung diinfus sama dokter,” cerita Rahmat siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah Gamping, korban lainnya.