MITIGASI BENCANA : Keceriaan Anak-Anak Mencoba Alat Penyelamatan Bencana

Salah satu siswa MI Maarif Pagerharjo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo sedang mencoba perlengkapan vertical rescue miliki Polres Kulonprogo pada Kamis(11/2/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
12 Februari 2016 10:54 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Mitigasi bencana tidak hanya perlu dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sejumlah anak laki-laki siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Pagerharjo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo berdesak-desakan ingin mengantre giliran mencoba perlengkapan vertical rescue yang sedang diperagakan personil Polres Kulonprogo. Anak-anak ini ternyata ini merasakan sensasi serasa di udara.

Riuh rendah suara bocah laki-laki berteriak-teriak di lapangan Desa Pagerharjo pagi itu. Pandangan mata mereka tertuju ke satu arah, pada pria berseragam coklat dengan perlengkapan vertical rescue.

Saat itu, seorang anak laki-laki berseragam batik geblek renteng berwarna merah sedang digendong oleh seorang personil Polres Kulonprogo sambil ditarik dengan sebuah peralatan evakuasi bencana.

Si anak dipasangi sebuah harness berwarna kuning dengan posisi seakan-akan sedang dipangku. Sedangkan personil polisi tersebut menggunakan harness berwarna kuning berdiri di belakang anak itu sambil melingkarkan tangannya di sekeliling si anak. Kedua orang tersebut kemudian dikaitkan dengan sebuah carabiner yanga ada di masing-masing harness.

Si polisi kemudian dikaitkan ke tali baja untuk kemudian dikerek dengan alat bantu naik hingga ketinggian setengah meter. Sambil dikerek, berteriaklah si anak dengan antusias. “Wah, rasanya seperti terbang naik pesawat,” ujar bocah laki-laki dengan tanda lahir di atas bibir tersebut.

Sembari peralatan yang ada di tubuhnya dilepas, bocah yang bernama Ahmad Zaki, 9, itu bercerita dengan antusias pada teman-teman di sekitarnya. “Rasanya seperti di udara, semua terlihat luas,” teriaknya.

Meski mengaku agak pusing, ia tetap berkeras bahwa pengalaman itu sangat menyenangkan. Sambil tetap menatap ke alat tersebut dengan takjub, ia mengajak teman-temannya untuk ikut mencoba pengalaman yang baru saja ia rasakan

Kehadiran anak-anak itu sendiri bukan suatu kesengajaan. Pasalnya, keramaian yang disebabkan berkumpulnya para personil Polres Kulonprogo di lapangan Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo untuk apel tanggap bencana. Meski ratusan aparat berseragam sendiri sudah cukup menarik bagi anak-anak ini, hal ini makin menarik minat mereka kala sejumlah peralatan juga dihadirkan di lokasi yang sama.

Sejumlah gerobak roda tiga, gergaji mesin, lampu darurat ada di lapangan yang terletak di depan balai desa itu. Namun yang paling mencolok ternyata adalah sebuah alat kerek yang biasa digunakan untuk menyelamatkan korban kecelakaan di tebing atau di sumur.