LONGSOR GUNUNGKIDUL : Status Ditetapkan Hingga Akhir Maret

Ilustrasi tanah longsor (JIBI/Solopos - Antara)
15 Februari 2016 20:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul terus diwaspadai

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status siaga longsor di wilayah Gunungkidul, khususnya untuk kecamatan yang berada di zona merah. status ini rencananya akan diberlakukan hingga akhir Maret mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengatkaan, penetapan status siaga ini sangat berkaitan erat dengan tingginya curah hujan yang turun. Penetapan sendiri, mengacu kepada data yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DIY mengenai perkiraan cuaca yang ada.

Menurut dia, status siaga longsor bukan hal yang baru. sebenarnya kesiagaan ini sudah ditetapkan sejak awal tahun ini, namun intensitas hujan yang turun baru terlihat di awal Februari sehingga BPBD mengingatkan kembali akan adanya potensi bahaya longsor.

“Untuk kesiagaan tidak hanya longsor, tapi kami juga mewaspadai adanya kemungkinan banjir,” kata Budhi kepada wartawan, Sabtu (13/2/2016).

Tingginya intensitas hujan yang turun mengakibatkan lonsor di sejumlah wilayah. Sejak sepekan terakhir, ada empat kejadian longsor dan satu rumah ambruk karena tersapu puting beliung. Lokasi longsor yang terjadi, tiga di antaranya terjadi di  Hargomulyo (dua kejadian) dan Tegalrejo di Kecamatan Gedangsari. Sedang satu lokasi lainnya berada di Desa Beji, Kecamatan Patuk.

“Untuk kesiapsiagaan longsor, kami sudah membuat pemberitahuan resmi ke seluruh kecamatan di Gunungkidul,” ujarnya.

Dia menjelaskan,  penetapan status siaga seluruh personel BPBD akan dipersiapan untuk meninjau lokasi rawan dan siap datang ke lokasi longsor saat dibutuhkan sewaktu-waktu. Rencananya status ini akan ditetapkan hingga akhir Maret, tapi status itu sangat situasional dan sangat bergantung dengan laporan cuaca dari BMKG.

“Selain bantuan tenaga untuk proses evakuasi, kami juga telah menyediakan bantuan logistik untuk korban,” imbuhnya.


Ciri-ciri Akan Terjadi Longsor

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, seluruh korban longsor telah mendapatkan bantuan logisitik. Baik itu lokasi longsor yang ada di Desa Beji, Patuk atau mereka yang menjadi korban di wilayah Kecamatan Gedangsari.

“Begitu mendapatkan laporan kami langsung datang ke lokasi dan memberikan bantuan,” kata Sutaryono.

Menurut dia, kejadian longsor tidak bisa diketahui kejadian pastinya. Oleh karenayanya, yang bisa dilakukan warga adalah dengan terus waspada. Salah satu kewaspadaan itu bisa dilakukan dengan mengenali tanda-tanda akan terjadinya longsor.

Tanda yang paling terlihat akan terjadi longsor diawali hujan deras. Selanjutnya, bagi masyarakat yang berada di zona rawan bisa melihat di sekitar lokasi, misalnya di wilayah perbukitan yang ada apakah rembesan-rembesan air mulai ada di sekitar tebing. Selain itu, pertanda lain bisa dilihat dari kondisi pohon di sekitar lokasi. Biasanya kalau akan terjadi longsor, pohon-pohon yang ada akan mulai miring dan tidak lagi tegak yang disebabkan kondisi tanah mulai labil.

“Kalau tanda-tanda itu sudah muncul, ada baiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.