TNI AU : Penerbang Diminta Perhatikan 5M

Tim akrobatik Jupiter TNI AU membuat formasi udara dalam geladi Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara - Yudhi Mahatma)
16 Februari 2016 03:20 WIB Sunartono Sleman Share :

TNI AU mendapat pengarahan dari Kodikau

Harianjogja.com, SLEMAN - Puluhan penerbang, baik instruktur maupun siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) mendapat briefing dari Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara (Kodikau) di Ruang Ground Crew Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto, Senin (15/2/2016). Penerbang diminta memperhatikan 5 M atau manusia, mesin, manajemen, misi, dan media.

Dankodikau Marsma TNI Eko Supriyanto menyatakan, penerbang harus memperhatikan sejumlah faktor yang dikenal dengan 5M antara lain, manusia, mesin, manajemen, misi dan media. Karena kelima faktor itu menjadi penyebab kecelakakan pesawat. Tak hanya itu, penerbang dan crew harus mengantisipasi adanya koba atau kecelakaan yang disebabkan karena benda asing. Ia meminta penerbang harus mempersiapkan diri secara maksimal guna memperkecil resiko kecelakaan serta mengikuti petunjuk teknis penerbangan.

"Begitu juga harus selalu update terhadap perkembangan dunia penerbangan, jangan bersikap apatis, serta tidak berpatokan dengan kebiasaan," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, penerbang senior harus selalu berbagi ilmu kepada penerbang junior. Budaya keselamatan penerbangan itu, kata dia, dapat dibentuk dengan cara melaksanakan koordinasi yang solid dengan satuan kerja. Sehingga dapat mengurangi kemungkinan terburuk yang tidak diharapkan.

Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus menambahkan,  penerbang harus mengedepankan jiwa airmanship atau sikap mental yang mendasari awak pesawat dalam menjalankan tugas.