BANDARA KULONPROGO : Pakualaman Tak Mau Beri Harapan Palsu

Puluhan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo, Selasa (16/2/2016) sore. (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
19 Februari 2016 06:20 WIB Jogja Share :

Bandara Kulonprogo mengenai PAG mulai dikemukakan.

Harianjogja.com, JOGJA-Pakualaman akan mengedepankan kesejahteraan masyarakat yang menggarap lahan Pakualaman Ground (PAG). Namun mereka menyatakan belum dapat menyebutkan bentuk ganti rugi itu.

Juru Bicara Pura Pakualaman Bayu Dono menyampaikan Pakualaman tak mau dianggap memberikan harapan palsu. Pasalnya dia juga belum tahu berapa dana yang akan diberikan Angkasa Pura untuk ganti rugi lahan PAG.

Dia khawatir bila menjanjikan sejumlah uang pada masyarakat namun ganti rugi yang diterima dari Angkasa Pura ternyata lebih rendah dari yang dijanjikan ke masyarakat.

“Kalau ternyata lebih kecil kan kami tombok. Yang penting kami mengingat pesan dari PA IX, tapi wujude piye kami belum tahu, masih terlalu jauh,” kata dia, Kamis (18/2/2016)

Sementara terkait usulan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo agar Pakualaman yang menyerahkan langsung kompensasi pada penggarap PAG, Bayu mengatakan hal itu di luar kewenangan Pakualaman. Dia pun memilih menunggu sampai ada pembicaraan lebih lanjut terkait kompensasi lahan.

“Kami kan tidak punya kewenangan, yang megang duit kan angkasa pura,” imbuh dia.

Sebelumnya, Hasto mengatakan pihaknya sudah mewakili masyarakat untuk meminta Pakualaman bisa memberikan langsun ganti rugi lahan warga yang mendiami PAG. Hasto mengatakan uang kompensasi memang berasal dari Angkasa Pura namun menurutnya Pakualaman sebagai pemilik lahan yang sebaiknya menyampaikannya ke masyarakat.

Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga meminta hal yang senada dengan Paku Alam IX. Menurntya ganti rugi lahan mestinya bisa membawa masyarakat untuk lebih sejahtera. Dia pun meminta ada dialog untuk mencari solusi atas masalah pembebasan lahan proyek Bandara Kulonprogo.