Advertisement
FENOMENA LGBT : Hati-hati Mengenalkan LGBT Pada Anak
Advertisement
Fenomena LGBT perlu diberikan pemahaman pada anak-anak, dengan cara yang tepat
Harianjogja.com, JOGJA-Orang tua diimbau untuk berhati-hati dalam mengenalkan dan mendefinisikan Lesbian Gay Biseksual Transeksual (LGBT) kepada anak. Jangan sampai penjelasan yang diberikan justru membuat kaum LGBT semakin terkucilkan.
Advertisement
Saat dimintai tanggapan mengenai adanya LGBT yang sedang ramai dibicarakan di media maupun masyarakat, Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta Prof. Wuryadi mengatakan, jangan sampai penjelasan yang diberikan orang tua justru membuat suasana semakin memburuk dan membentuk sudut pandang anak yang salah, mengenai kehadiran LGBT. Karena kaum LGBT tidak bisa disalahkan kehadirannya.
"Memang cukup sulit untuk diterangkan secara [bahasa] sangat sederhana," ucapnya kepada Harian Jogja, Jumat (19/2/2016).
Perlu dipahami dan diterangkan secara hati-hati, bahwa LGBT muncul secara alami, sebagai suatu kelainan kondisi psikologis yang terjadi karena beberapa kemungkinan, misalnya pergaulan dan faktor genetik.
Ia menambahkan, apabila LGBT muncul pada diri seseorang karena keturunan, memang pola pendidikan yang diberikan perlu teknis khusus.
"Itu bukan kesalahan mereka atau lingkungan, memang hal ini [kehadiran LGBT] menyebabkan keresahan terutama di kalangan agama. Kaum LGBT itu harus ditelusuri sejak awal, bisa saja disebabkan perlakuan semasa kecil yang kemudian sangat membekas pada diri mereka," terangnya.
Wuryadi meminta kepada pemuka atau tokoh masyarakat untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa LGBT adalah sebuah kelainan, bukan sebuah kesalahan untuk dihukum. Ada banyak faktor yang dibutuhkan apabila ingin menjelaskan LGBT dengan sisi hukum.
"Selain itu kita perlu hati-hati, tindak pengucilan juga akan menyebabkan gejala yang lebih, kita harus hati-hati," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KM Sabuk Nusantara 106 Tabrak Permukiman Warga, Ini Kronologinya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Little Aresha, Sultan Tutup Semua Daycare Tak Berizin di DIY
- Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
Advertisement
Advertisement




