Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Maira dan Rania dibantu orang tuannya mencoba permainan gasing dalam Fesyival Petualangan di Negeri Dolanan di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Minggu (05/01/2014). Festival yang menghadirkan beragam permainan tradisional dari berbagai penjuru nusantara itu digelar serentak di enam kota di Indonesia sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak untuk kembali memainkan permainan tradisional sebahai salah satu kekayaan budaya.
Kisah guru SD Marsudirini yang mengajar di Australia, mereka mengenalka gasing dan anyaman kipas
Harianjogja.com, JOGJA- FX Oktaf Laudensius dan Lucia Wahyu Candrawati, merupakan guru di antara ratusan guru Indonesia yang berkesempatan mengajar di Australia selama tiga pekan.
Kedua guru Sekolah Dasar (SD) Marsudirini, Jogja, memperkenalkan budaya Indonesia dan kebudayaan Jogja selama berada di Asutralia.
Setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat Oktaf dan Lucia akhirnya lolos untuk mengikuti pertukaran guru dengan beberapa sekolah di Asutralia. Tepatnya pada 24 Februari-15 Maret 2014, keduanya berangkat ke negeri Kanguru.
Oktaf mengajar di sekolah Yankallila Area School. Sementara Lucia mengajar di Rapid Bay School. Kedua sekolah setingkat SD di Indonesia itu terletak di Australia bagian Selatan.
Selama berada di Asutralia, Oktaf memperkenalkan berbagai kebudayaan Indonesia berikut permainan-permainan tradisionalnya kepada para siswa SD di Yankallia Area School. “Di antaranya permainan gasing, membuat anyaman kipas dari rotan,” kata Oktaf, Rabu (24/2/2016).
Selain itu dirinya juga memperkenalkan kebudyaan jogja, mulai dari tata krama, adat istiadat, hingga beberapa wisata di Jogja.
Dalam menjelaskan kebudayaan Indonesia, Oktaf menggunakan bahasa campuran Indonesia dan Inggris. Namun bukan berarti ia tidak mahir bahasa Inggris. Karena di sekolah tempat dia mengajar di Australia itu juga sama-sama sedang mempelajari bahasa Indonesia dan berbagai kebudayaan Indonesia, Jogja khususnya.
Apa yang dilakukan Oktaf dan Lucia juga dilakukan dua guru Australia yang mengajar di SD Marsudirini. Keduanya adalah Denise dan Carmel. Kedua guru asing dari Yankallia Area School dan di Rapid Bay School tersebut juga menceritakan budaya dan pariwisata di Australia kepada siswa Marsudirini.
Program pertukaran guru tersebut juga melibatkan siswa. Sesekali siswa Marsudirini juga berinteraksi dengan siswa sekolah di Australia melalui video teleconference.
Hal itu dilakukan saat kunjungan Kedutaan Besar Australia dan tim Bridge Project SD Marsudirini, Jogja, Rabu, kemarin. Selama lebih kurang 30 menit siswa dari kedua sekolah yang berbeda bahasa dan budaya itu berkomunikasi melalui layar. Bahasanya pun campuran Indonesia dan Inggris.
Kunjungan Kedubes Australia dan Bridge Projec tersebut untuk meninjau program partnership school antara Indonesia-Australia. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana mengatakan program pertukaran guru memberi kesempatan pada siswa dari kedua negara untuk saling bertukar bahasa dan budaya, melalui native speaker langsung.
Ia mengatakan dari 150 sekolah di Indonesia, empat sekolah di antaranya dari Jogja ikut dalam program partnership school dengan Asutralia. Keempat sekolah tersebut, yakni SD Marsudirini, SDN Ungaran, SDN Lempuyangwangi, dan SMA Negeri 3 Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.