DIY WARISAN DUNIA : Kaya Budaya, DIY Diusulkan Masuk World Heritage Cities

HarianJogja/Gigih M. HanafiDeretan penjor lampion bertuliskan HUT 259 terpasang di sepanjang jalan Malioboro, Jogja, Rabu (30 - 9). Penjor lampion tersebut menghiasi kawasan jalan Malioboro selama sebulan dimulai tanggal 1 Oktober 2015 untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota JOgja pada 7 Oktober 2015 mendatang.
25 Februari 2016 22:20 WIB Jogja Share :

DIY warisan dunia tengah diajukan.

Harianjogja.com, JOGJA – DIY diusulkan masuk ke dalam daftar World Heritage Cities (Kota Warisan Dunia) versi Unesco. Usulan itu didasarkan pada kekayaan budaya benda dan tak benda yang dimiliki DIY.

Usulan rencana itu dipaparkan Direktur Eksekutif Pusat Budaya dan Pariwisata Internasional (ICCT) Wiendu Nuryanti  di hadapan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan Kamis (25/2/2016). Wiendu mengatkan secara keseluruhan DIY merupakan wilayah kebudayaan yang berpotensi untuk masuk dalam daftar Kota Warisan Dunia.

Wiendu mencontohkan berbagai aset kebudayaan benda dan tak benda di DIY yang selama ini hidup dan menyatu dalam masyarakat. Mulai dari bentang alam, tradisi yang masih terjaga hingga berbagai kesenian tradisional yang berkembang menjadi kekuatan yang dimiliki.

“Kebetulan upaya mendaftarkan DIY sejalan dengan keistimewaan, saya kira bila bisa masuk  daftar akan jadi tolok ukur keistimewaan DIY,” ungkap dia.

World Heritage Cities adalah bagian dari program Warisan Dunia yang dibuat oleh Unesco. Selain kota warisan dunia, Unesco juga mendata berbagai warisan dunia lain dalam bentuk kawasan.