Anggrek Khas Merapi Dilepasliarkan di Hutan

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Minggu, 28 Februari 2016 23:19 WIB
Anggrek Khas Merapi Dilepasliarkan di Hutan

Foto ilustrasi Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi)

Anggrek khas Merapi dilepasliarkan di hutan Merapi

Harianjogja.com, SLEMAN-  Minimnya "orang tua asuh" yang bersedia mengadopsi anggrek khas lereng Gunung Merapi menyebabkan pembudidaya memilih melepasliarkan tanaman endemik tersebut di hutan Taman Nasional Gunung Merapi.

"Sampai saat ini 'orang tua asuh' yang bersedia mengadopsi anggrek Merapi belum bertambah, sejak Juli 2015 masih tetap 22 saja. Akhirnya beberapa anggrek yang sudah siap, kami lepasliarkan di hutan Merapi," kata pembudidaya anggrek Merapi di Dusun Turgo, Pakem, Sleman Musimin, Sabtu (27/2/2016).

Menurut dia, tanaman-tanaman anggrek yang telah diadopsi oleh masyarakat umum itupun saat ini masih dirawatnya untuk kemudian dilepasliarkan oleh "orang tua asuhnya".

"Butuh waktu sekitar dua tahun agar anggrek-anggrek bisa bertahan hidup setelah dilepasliarkan," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, seiring juga dengan semakin banyaknya jenis anggrek yang ditemukan di lereng Gunung Merapi dan minimnya "orang tua" asuh maka satu per satu anggrek-anggrek yang ada dilepasliarkan.

"Februari ini dilepasliarkan satu anggrek. Satu per satu. Asalkan pihak Taman Nasional Gunung Merapi [TNGM] juga ikut komitmen," katanya.

Musimin mengatakan, komitmen tersebut meliputi komitmen untuk ikut menjaga agar anggrek-anggrek yang telah dilepasliarkan di hutan Merapi tidak terusik.

"Lokasi pelepasliaran anggrek ini berada di TNGM, sekitar kawasan Bukit Turgo," katanya.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, TNGM Dhany Suryawan mengatakan, budidaya anggrek tersebut merupakan salah satu dari binaan.

"Memang di sekitar Bukit Turgo tersebut dulunya banyak ditemukan anggrek endemik Merapi. Sebelum akhirnya banyak yang mati karena erupsi Merapi 1994. Nantinya di sana akan dikembangkan juga potensi wisata alamnya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis