Advertisement

PRODUK BERBAHAYA : Tenang, Bedak Bayi di DIY Aman

Kusnul Isti Qomah
Kamis, 03 Maret 2016 - 09:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
PRODUK BERBAHAYA : Tenang, Bedak Bayi di DIY Aman

Advertisement

Produk berbahaya kali ini mengenai kebutuhan bayi.

Harianjogja.com, JOGJA-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)  DIY meminta  masyarakat tidak khawatir dengan produk bedak bayi Johnson & Johnson yang diduga mengakibatkan kanker.

Advertisement

Produk ini terbukti tidak mengandung bahan yang dilarang dan mampu memicu kanker. Produk bedak bayi Johnson & Johnson yang beredar di Amerika diduga mengakibatkan kanker. Produk yang dimaksud adalah Johnson's Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson's Baby Powder Calming Lavender & Camomile.

Berdasarkan penelurusan database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat sembilan produk baby powder PT Johnson & Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi. Namun, produk baby powder Johnson and Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tidak terdaftar dalam database notifikasi kosmetika.

"Komposisi produk baby powder Johnson & Johnson yang ternotifikasi di BPOM umumnya mengandung talc dengan kadar 98 persen hingga 99,83 persen. Produk ini tidak mengandung bahan yang dilarang yang dapat memicu kanker,” ujar dia, Rabu (2/3/2016)

Sementara itu, Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Firly Firlandi mengatakan, sudah mendapatkan informasi dari perusahaan  terkait jika produk yang ada di Indonesia berbeda dengan produk yang ditarik. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir.

Sales Director PT Mars Symbioscience Indonesia Muhammad Reza dalam Letter to Costumer menyatakan, hanya produk-produk coklat yang diproduksi Mars Belanda yakni yang bertuliskan Mars Netherlands pada kemasan yang terkait penarikan produk. PT Mars Symbioscience Indonesia saat ini mengimpor dan mendistribusikan Snickers, Dove, dan M&M’S yang diproduksi pabrik di Tiongkok.

“PT Mars Symbioscience Indonesia tidak mengimpor produk-produk yang mengalami penarikan di atas,” ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya

Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya

News
| Sabtu, 04 April 2026, 06:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement