Advertisement
DANA DESA : Perangkat Desa Tak Betah di Balai Desa Jadi Penyebab Pencairan Dana Terlambat
Advertisement
Dana desa di Gunungkidul belum dicairkan di 24 desa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya ada 24 desa di Gunungkidul yang belum bisa mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten di tahun ini.
Advertisement
Banyak faktor yang membuat proses itu menjadi terhambat, selain karena penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa yang belum kelar. Masalah ini muncul juga disebabkan faktor lain seperti etos kerja perangkat hingga sumber daya manusia yang dimiliki di masing-masing desa.
Ketua Paguyuban Camat Gunungkidul Iswandoyo mengatakan, proses penyusunan APBDes bukan barang baru bagi pemerintah desa. Pasalnya setiap tahun desa sudah disibukan dengan urusan rencana penganggaran dan program kerja dalam satu tahun ke depan.
Namun faktanya, hingga sekarang masih saja ada desa yang kesulitan menyusun program kerja dalam APBDes.
“Yang membedakan terletak pada anggaran yang diterima, karena sejak 2015 lalu alokasi yang diterima meningkat pesat seiring dicairkannya dana desa dari pemerintah pusat,” kata Iswandoyo, Selasa (15/3/2016).
Dia berpendapat, ada beberapa faktor yang membuat penyusunan APBDes yang terhambat. Selain regulasi yang berkaitan dengan alokasi anggaran yang baru turun di akhir tahun, faktor lain erat kaitannya dengan budaya kerja dan SDM sehingga berpengaruh terhadap kinerja di desa.
“Masalahnya sangat komplek. Tapi perlahan-lahan harus dibenahi sehingga ketepatan penyusunan bisa dicapai sehingga dana yang cair bisa tepat waktu,” ujarnya.
Iswandoyo tidak menampik, molornya pembahasan tidak terjadi di seluruh desa. Namun kondisi ini harus diperhatikan bersama agar ke depannya penyusunan bisa selesai tepat waktu secara bersamaan.
Dia mengakui, suasana kerja di desa belum kondusif sehingga banyak perangkat yang tidak kerasan berlama-lama di kantor balai desa. Secara tidak langsung masalah ini akan berpengaruh terhadap kinerja, salah satunya akan berpengaruh terhadap penyusunan APBDes.
“Bagaimana bisa kerja, kalau sering di luar. Jadi kondisi ini harus dibenahi, salah satunya dengan membuat kantor bisa lebih hidup dan nyaman, caranya dengan melengkapi berbagai fasilitas yang ada. Saya yakin, jika ini bisa diwujudkan maka pegawai akan betah di kantor dan dampaknya akan terlihat dari kinerja yang lebih maksimal,” kata Camat Wonosari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Titik Panas Sumut Melonjak Jadi 33 Titik, BMKG Ingatkan Bahaya Karhutl
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Eks Menara Kopi Kotabaru Mulai Ramai Bus Pariwisata
- Satpol PP Masih Temukan Wisatawan Merokok dan Otoped di Malioboro
- Omzet Penjual Salak Jalan Jogja Solo Turun 40% Akibat Macet
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
Advertisement
Advertisement



