Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Wakil Bupati Immawan Wahyudi saat memberikan pengarahan dan pembinaan kepada sejumlah joki di kawasan Hutan Tleseh, Kamis (21/4/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Konflik Gua Pindul diatasi dengan membentuk wadah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya 25 kelompok Joki antar Gua Pindul membuat satu wadah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) Desa Bejiharjo yang dibina oleh Polda DIY. Langkah ini patut diapresiasi karena itu membuktikan keseriusan joki dalam upaya pengembangan kepariwisataan di Gunungkidul.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi memberikan apresiasi kepada joki yang sudah mau melebur ke dalam sebuah organisasi. Harapannya langkah dari 25 kelompok itu bisa diikuti oleh kelompok lain sehingga upaya penertiban yang dilakukan pemkab dapat berjalan dengan baik, tanpa harus menimbulkan kegadugan di lapangan.
“Sejak awal sudah bilang bahwa joki jangan dihapuskan, tapi harus dibina sehingga tidak harus ada yang merasa dirugikan dalam upaya penertiban,” katanya.
Adanya pengorganisasian terhadap para joki membuat Immawan optimistis upaya penataan Pindul dapat berjalan baik dan sukses. Dalam kesempatan itu, selain memberikan pengarahan dan pembinaan terhadap joki, dia pun menyempatkan diri melakukan penurunan atribut spanduk penunjuk arah yang menyesatkan ke Pindul di kawasan Hutan Tleseh, Playen.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik sehingga masalah Pindul bisa segera diselesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Sensus Ekonomi 2026 di DIY telah mencapai 69%. BPS DIY memastikan data pelaku usaha aman dan tidak berkaitan dengan perpajakan.
Komisi Yudisial menerima 1.402 laporan perilaku hakim pada Semester I 2026, meningkat 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.