AGENDA PRESIDEN : Buka KNIB di UMY, Jokowi Kritik Bangsa Sendiri

Presiden Jokowi (JIBI - dok)
23 Mei 2016 15:32 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Agenda Jogja berupa kegiatan Konsolidasi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi Konsolidasi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB)

Harianjogja.com, BANTUL-Konsolidasi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) yang bertema Jalan Perubahan Membangun Daya Saing Bangsa, yang diselenggarakan pada Senin (23/5/2016) mulai dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi yang hadir sekitar pukul 14.00 WIB mengungkapkan sejumlah kritik bagi bangsa yang dipimpinnya sendiri ini. Indonesia adalah negara dan bangsa yang besar, namun sayangnya kita belum berada konsistensi untuk bekerja produktif, inovasi yang baik, dan kerja keras.

Kita masih terjebak pada membesarkan masalah, mencemooh yang lain dan tidak berpikir produktif, gampang mengeluh. Maka, tantangan ini yang harus diselesaikan.

"Apa yang menjadi persoalan kita sebenarnya? Kita tidak berani melakukan perombakan di jajaran pemerintahan, tidak berani melakukan perubahan dalam aturan. Hal ini yang harus kita potong, disederhanakan, karena kita bersaing dengan banyak negara yang telah mendahului kita," kata dia di hadapan seluruh hadirin di Sportorium UMY.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang juga hadir memberi sambutan mengatakan, tema KNIB berasal dari pesan KH Ahmad Dahlan, diharapkan bisa membangun kembali keunggulan bangsa di tengah tarikan budaya global. Tema ini ada koherensi dengan Nawacita.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 Haedar Nashir menyampakan bahwa, Muhammadiyah sungguh ingin meletakkan Indonesia sebagai pusat peradaban yang lahir dari dari sejarah besar. Dan dalam sejarahnya, Muhammadiyah ikut hadir, memberi andil dan sumbangsih lewat banyak tokohnya.

Rangkaian agenda KNIB ini menurutnya, bukan hanya ajang retorika, karena Muhammadiyah sejak dulu lebih suka berpikir dan bekerja, maka KNIB menjadi ajang untuk menghadirkan kembali upaya menemukan ide yang bisa membawa Indonesia maju, dan berkembang.

KNIB imbuh dia, sudah dicanangkan sejak awal setelah Muktamar Muhammadiyah ke-47. Dan ketika PP Muhammadiyah melakukan silaturahim dengan Presiden Republik Indonesia Jokowi, sudah terbesit untuk mengadakan konsolidasi nasional yang diproyeksikan untuk kepentingan yang lebih luas.