INVESTASI KULONPROGO : Sejumlah Investor Tertarik Bangun Restoran di Jalur Menuju Bandara Baru

Sejumlah orang memasang spanduk tuntutan relokasi gratis bagi warga terdampak bandara di sekitar Jalan Daendels atau Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di wilayah Palihan, Temon, Kulonprogo, Senin (14/3/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
27 Mei 2016 12:43 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Investasi Kulonprogo semakin diminati, terbukti adanya sejumlah restoran yang akan dibangun

Harianjogja.com, KULONPROGO- Investor restoran dan rumah makan mulai masuk ke tiga lokasi di Kulonprogo. Investor tersebut memilih lokasi strategis yang berada di jalur menuju lokasi bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan mengatakan bahwa kini investor tersebut sedang dalam proses masing-masing membuka usaha kuliner di Kulonprogo. “Sudah ada investor di tiga lokasi yang cenderung kelas besar,” ujarnya, Kamis (26/5/2016).

Meski demikian, tiga investasi ini berasal dari dua perusahaan berbeda. Investor tersebut berencana membuka usahanya di Sukoreno dan Banguncipto di Kecamatan Sentolo dan Triharjo, Kecamatan Wates. Dua lokasi diminati oleh perusahaan yang sama yakni di Banguncipto dan Triharjo.

Ketiga investor tersebut berencana menyewa tanah kas desa seluas 1 hektar sebagai lahan usaha. Untuk investor di Banguncipto dan Triharjo sendiri sudah masuk dalam tahapan tata ruang. Sedangkan satu lokasi sisanya masih dalam masa diskusi yakni di Sukoreno.

Agung menguraikan bahwa berdasarkan luasnya maka kemungkinan restoran tersebut juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Diperkirakan akan ada area parkir, wisata alam, dan parkir yang cukup luas. Sejumlah investor ini sengaja memilih lokasi di jalur menuju bandara karena diperkirakan akan menjadi daerah yang ramai.