TUNJANGAN KINERJA UGM : Tendik Mengadu Sampai Ke ORI

Ilustrasi demonstrasi (JIBI/Solopos/Antara - Ariawan Abhe)
28 Mei 2016 19:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Tunjangan kinerja UGM masih dikeluhkan tenaga kependidikan UGM.

Harianjogja.com, JOGJA -- Tenaga Kependidikan Universitas Gadjah Mada (Tendik UGM) mengadukan belum terbayarkannya Tunjangan Kinerja (Tukin) mereka hingga ke Ombudsman Republik Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (ORI DIY).

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/04/tunjangan-kinerja-ugm-perjuangan-tenaga-kependidikan-ugm-untuk-tukin-yang-2-tahun-tak-kunjung-cair-697600">TUNJANGAN KINERJA UGM : Perjuangan Tenaga Kependidikan UGM untuk Tukin yang 2 Tahun Tak Kunjung Cair)

Ketua Forum Tendik UGM Basuki Rahmat menuturkan langkah ini direncanakan Tendik apabila audiensi dengan rektorat tidak membuahkan hasil. Sejauh ini, belum ada perkembangan berarti dari perjuangan pencairan yang mereka lakukan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada 28 April 2016 perwakilan Tendik diundang rektorat. Dalam pertemuan itu dikatakan Tukin Juli-Desember 2014 dapat dicairkan dengan ketentuan dua bulan siap proses pencairan. Namun hingga 2 Mei 2016 belum ada kabar lebih lanjut.

Salah satu Tendik yang turut hadir dalam audiensi, yakni Affandy mengatakan, langkah selanjutnya perwakilan Tendik menanyakan apakah dana yang selama dua bulan tadi bisa dicairkan pada Mei ini, jawaban dari rektorat masih belum dianggap memuaskan, yakni dana belum dapat dicairkan pada Mei 2016.

"Alasan dari rektorat, masih menunggu Kemenristekdikti, itu urusan pimpinan kami tidak ingin ikut campur, tapi kami sudah dijanjikan, jadi itulah yang kami minta," ungkapnya, Jumat (27/5/2016).

Dalam audiensi itu, mereka juga membawa sejumlah dokumen, seperti misalnya 600 lembar fotokopi KTP Tendik kampus Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, serta surat dari Kemenkeu yang menyatakan mekanisme pembayaran Tukin, dan sejumlah dokumen lainnya.

"Kami pada prinsipnya minta bantuan agar apa yang jadi tujuan kita agar Tukin bisa diterimakan kepada Tendik, kami masih memperjuangkan Tukin untuk Juli-Desember 2014 dan Januari-Desember 2015, tidak ada motif atau maksud lain," tegas Affandy.

Kepala ORI DIY Budhi Masturi mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan ORI pusat terkait aspek keputusan atau kebijakan yang menjadi kewenangan Kemenristek dan akan segera mengundang pihak UGM, untuk dipertemukan dengan pelapor kaitan komitmen UGM untuk mencairkan Tukin.

Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan ikut bersimpati dengan perjuangan Tendik untuk Tukin yang belum kunjung terbayarkan. Meski demikian pimpinan universitas juga tetap mencoba memperjuangkan pencairan Tukin